Malaka, Nusa Tenggara Timur[DESA MERDEKA] – Gaung mencerdaskan kehidupan bangsa dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul terasa kontras saat menapakkan kaki di Desa Wekeke, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Di tengah riuh modernisasi, para siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nunfutu 1 masih harus bertaruh nasib, belajar di bawah naungan atap daun gewang yang meranggas.
Fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak ini menjadi potret buram sekaligus tamparan keras bagi pemerataan pembangunan di wilayah pelosok. Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman untuk merajut cita-cita, justru berubah menjadi kecemasan harian jika cuaca buruk tiba.
Ketimpangan yang kasat mata ini memantik keprihatinan mendalam dari tokoh masyarakat, Servas Nai Tuna. Menurutnya, kondisi SDN Nunfutu 1 adalah cermin nyata bahwa keadilan sosial di sektor pendidikan belum sepenuhnya menyentuh garis batas desa terpencil.
“Secara pribadi saya cukup prihatin dengan keadaan bangunan sekolah yang beratap daun gewang ini,” ujar Servas dengan nada getir.
Ia mendesak agar kondisi ini tidak terus-menerus dibiarkan. Perbaikan fasilitas tidak boleh ditunda jika negara benar-benar ingin memajukan generasi muda di tapal batas.
“Saya kira perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Malaka, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat terhadap sarana pendidikan, baik bangunan maupun fasilitas lainnya di daerah terpencil seperti di Desa Wekeke ini,” tegasnya.

Hak yang Sama untuk Anak Desa
Kelayakan sarana pendidikan merupakan fondasi utama penyokong kualitas pembelajaran. Anak-anak di pelosok Rinhat memiliki hak konstitusi yang sama persis untuk menikmati ruang belajar yang aman dan layak, sebagaimana siswa lain di pusat kota Kabupaten Malaka.
Servas mengingatkan, ambisi mencetak SDM Malaka yang kompetitif hanya akan menjadi utopia belaka jika urusan mendasar seperti atap sekolah pun luput dari perhatian birokrasi.
“Kita bicara soal sumber daya manusia anak Malaka, maka hal pertama yang kita urus adalah sarana pendidikan. Kalau sarana pendidikan saja dibiarkan tidak terurus seperti ini, apa yang mau diharapkan?” cecar Servas.
Tanpa dukungan infrastruktur fisik yang memadai, kerja keras guru dan semangat belajar murid di ruang kelas akan sulit mencapai hasil optimal.
Menagih Janji Nyata Pemerintah
Bagi masyarakat setempat, jeritan dari SDN Nunfutu 1 tidak boleh menguap begitu saja sebagai pemanis wacana atau komoditas politik musiman. Pemerintah dari semua tingkatan diharapkan segera turun ke lapangan, melihat langsung keringat anak-anak yang belajar di bawah kepungan atap gewang.
Langkah konkret berupa rehabilitasi total bangunan sekolah dan pemenuhan fasilitas penunjang sudah mendesak untuk dieksekusi. Perbaikan sekolah di wilayah terisolasi bukan sekadar proyek fisik bangunan semata, melainkan investasi kemanusiaan jangka panjang.
Gedung sekolah yang kokoh kelak tidak hanya memberi rasa aman bagi para guru dan siswa. Lebih dari itu, bangunan yang layak akan mengembalikan martabat pendidikan di Desa Wekeke, memastikan fajar literasi tetap menyala di tanah Malaka.

Desa Membangun Negeri


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.