Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 11 Jul 2026 16:37 WIB ·

Inovasi Tamanharjo: Kelola Dana Desa dengan Jujur dan Visioner


					Tata Kelola Desa Tamanharjo: Tim Monev bersama Pemdes Tamanharjo sedang cross ceck kelengkapan LPJ Perbesar

Tata Kelola Desa Tamanharjo: Tim Monev bersama Pemdes Tamanharjo sedang cross ceck kelengkapan LPJ

Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Di tengah riuh penyesuaian anggaran akibat perubahan kebijakan pembangunan nasional, sebuah cerita inspiratif datang dari Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Desa ini berhasil membuktikan sebuah tesis penting: kemajuan lahir dari tata kelola yang matang, bukan sekadar besarnya nominal dana.

Langkah Tamanharjo menjadi bukti nyata bahwa kejujuran, transparansi, dan inovasi adalah modal utama untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga.

Rawat Administrasi lewat Ruang Belajar Monev

Bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Tamanharjo, disiplin administrasi adalah harga mati. Komitmen ini terlihat jelas saat Tim Roadshow Klinik APBDesa Kecamatan Singosari bersama Tim Pendamping Profesional (TPP) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) berkala. Agenda ini bukan sekadar ajang periksa dokumen, melainkan ruang belajar bersama. Tim mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBDes 2025, mengawal program berjalan tahun 2026, sekaligus mempercepat penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa 2027.

“Pendampingan seperti ini membantu kami menjaga ketertiban administrasi sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan publik,” ujar Kepala Desa Tamanharjo, Sumardi.

Ketertiban ini bukan klaim sepihak. Saat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan uji petik di Tamanharjo, desa ini mendapat apresiasi tinggi karena pembukuan keuangan yang rapi dan seimbangnya arus kas masuk dan keluar.

Tata Kelola Desa Tamanharjo
Tata Kelola Desa Tamanharjo: Saat Panen Perdana Petik melon Premium bersama Camat Singosari,Kepala desa Tamanharjo dan TPP Kec.Singosari

Manisnya Melon Intanon dan Kampung Es Krim

Tata kelola yang sehat terbukti memicu lahirnya inovasi ekonomi yang berdampak langsung ke dompet warga. Desa Tamanharjo kini memiliki dua unit greenhouse modern masing-masing seluas 500 meter persegi untuk budidaya melon varietas premium, Intanon. Setiap musim tanam, hamparan tanaman melon ini mampu memanen sekitar 3 ton buah segar berkualitas tinggi. Tak hanya bernilai ekonomi tinggi, kawasan ini kini bertransformasi menjadi embrio agrowisata berbasis pertanian modern. Geliat ekonomi tidak berhenti di sektor pertanian.

Pemdes Tamanharjo juga sukses menyalakan nadi UMKM lewat branding “Kampung Es Krim”. Lewat kolaborasi erat dengan berbagai perguruan tinggi, para perajin es krim lokal dibimbing mulai dari diversifikasi rasa, peningkatan mutu kemasan, strategi pemasaran digital, hingga manajemen usaha.

Harmoni Pertanian Terpadu yang Minim Limbah

Hebatnya, Tamanharjo tidak membangun sektor ekonomi secara terpisah-pisah. Mereka menerapkan sistem ekonomi sirkular yang saling menguatkan. Saat ini, desa mengelola 8 ekor sapi komunal, 45 ekor kambing, dan sekitar 1.200 ekor bebek petelur. Limbah dari peternakan komunal ini tidak dibuang percuma, melainkan diolah menjadi pupuk organik untuk menyuplai kebutuhan nutrisi kebun hortikultura warga.

Sebaliknya, hasil pertanian menyediakan pakan berkualitas. Siklus hijau ini menekan biaya produksi dan menciptakan lingkungan desa yang bersih serta produktif.

Menatap RKP 2027: Menuju Desa Berdaya Saing

Menatap tahun 2027, Desa Tamanharjo sudah mencuri start dengan menyusun RKP yang fokus pada penguatan hilirisasi hortikultura, ekspansi peternakan terpadu, penguatan Kampung Es Krim, serta perluasan riset bersama akademisi.

Dari Tamanharjo, Indonesia belajar bahwa kemandirian desa sejati tidak diukur dari seberapa besar anggaran yang dikucurkan dari pusat. Kemandirian sejati lahir ketika para pemimpin desa mampu mengelola modal yang ada secara jujur, akuntabel, dan visioner hingga berubah menjadi kemakmuran nyata yang dirasakan oleh seluruh warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Trending di KABAR DESA