Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 7 Jul 2026 13:16 WIB ·

Menjaga Denyut Toyomarto: Monev APBDesa sebagai Kompas Menuju RKP 2027


					Menjaga Denyut Toyomarto: Monev APBDesa sebagai Kompas Menuju RKP 2027 Perbesar

Monev APBDesa Toyomarto Perkuat Akuntabilitas Menuju RKP 2027

MALANGMonev APBDesa Toyomarto menjadi langkah penting dalam memastikan pembangunan desa berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pemerintah Desa Toyomarto memanfaatkan evaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Anggaran 2025 dan 2026 sebagai pijakan menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027.

Di bawah lereng Gunung Arjuna, Toyomarto menunjukkan bahwa evaluasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Sebaliknya, pemerintah desa menjadikan Monev sebagai ruang refleksi untuk mengukur manfaat setiap program sekaligus memperbaiki kebijakan pembangunan berikutnya.

“Kita tidak bisa membangun masa depan dengan kaca mata buram. Karena itu, kita harus mengetahui program yang berhasil dan program yang masih perlu diperbaiki,” ujar Kepala Desa Toyomarto.

Monev APBDesa Toyomarto Perkuat Akuntabilitas Menuju RKP 2027
Klinik APBDesa Singosari Kec.Singosari bersama Pemdes Toyomarto

Monev APBDesa Toyomarto Menguatkan Tata Kelola Desa

Melalui Monev APBDesa Toyomarto, pemerintah desa memeriksa kesesuaian realisasi anggaran dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, tim evaluasi mengidentifikasi berbagai capaian dan kendala agar RKP Desa 2027 semakin efektif.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa akuntabilitas bukan sekadar menyusun laporan. Pemerintah desa menggunakan hasil evaluasi sebagai dasar pengambilan keputusan sehingga setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata bagi warga.

Desa Digital Berjalan Berdampingan dengan Lingkungan

Toyomarto juga menunjukkan keberhasilan transformasi digital. Desa ini meraih Juara II Desa Digital Kabupaten Malang, sekaligus memperkuat pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi.

Di sisi lain, masyarakat tetap menjaga kelestarian lingkungan. Dusun Bodean Krajan berhasil meraih Penghargaan ProKlim Utama, membuktikan bahwa inovasi digital dapat berjalan selaras dengan pelestarian alam dan partisipasi masyarakat.

monev-apbdesa-toyomarto
Monev APBDesa Toyomarto menjadi fondasi penyusunan RKP Desa 2027 melalui evaluasi LPJ, penguatan akuntabilitas, digitalisasi desa, pengelolaan BUMDes, dan pelestarian lingkungan.

Potensi Air Menjadi Penggerak Ekonomi

BUMDes mengelola sepuluh sumber mata air menjadi destinasi Wisata Pentungan Sari. Wisata tersebut berkembang sebagai salah satu penggerak ekonomi desa dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Lebih jauh, Pentungan Sari menunjukkan bagaimana sumber daya alam mampu menciptakan nilai tambah. Air yang terjaga menghadirkan wisatawan, wisatawan menggerakkan pelaku usaha lokal, kemudian hasilnya kembali mendukung pembangunan desa.

Selain wisata alam, Toyomarto juga menjaga berbagai situs sejarah dan budaya yang tersebar di tujuh dusun. Karena itu, pembangunan ekonomi tetap berjalan seiring dengan pelestarian identitas desa.

Monev APBDesa Toyomarto Menjadi Kompas Masa Depan

Bersama Tim Kecamatan Singosari dan Tim Pendamping Profesional (TPP), Pemerintah Desa Toyomarto menjadikan Monev APBDesa Toyomarto sebagai kompas menuju RKP Desa 2027.

Setiap rekomendasi hasil evaluasi langsung diterjemahkan menjadi langkah perbaikan. Dengan demikian, pemerintah desa mampu menyusun program yang lebih tepat sasaran, efisien, transparan, dan sesuai regulasi.

Pada akhirnya, Toyomarto mengirimkan pesan sederhana namun kuat. Prestasi tidak cukup diraih sekali. Pemerintah desa harus terus mengevaluasi, memperbaiki, dan berinovasi agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dari kaki Gunung Arjuna, Toyomarto membuktikan bahwa akuntabilitas, teknologi, dan pengelolaan potensi lokal mampu menjadi fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Suntik Semangat Pelaku UMKM Sumbar, Ungkap 5 Kunci Sukses Hadapi Persaingan Era Digital

8 Juli 2026 - 00:27 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Dari Tanah Ulayat Menuju Piala Gubernur: Kisah Inspiratif Simalanggang

30 Juni 2026 - 09:11 WIB

Miris! TPQ Desa Loleo Obi Selatan Telantar Jadi Gudang dan Penuh Kotoran Kambing, Generasi Muda Terancam Dampak Buruk

28 Juni 2026 - 13:38 WIB

Trending di RAGAM