Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KESEHATAN · 1 Jul 2026 19:58 WIB ·

Digitalisasi Hati dari Desa Langlang: Sigap Melati Percepat Penanganan Stunting


					Digitalisasi Hati dari Desa Langlang: Sigap Melati Percepat Penanganan Stunting Perbesar

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting
Penanganan Stunting Desa Langlang melaui rembuk stunting

Digitalisasi Hati dari Desa Langlang: Sigap Melati Percepat Penanganan Stunting

SINGOSARI – Penanganan stunting di Desa Langlang membuktikan bahwa perubahan tidak selalu lahir dari program yang rumit. Pemerintah Desa Langlang, Kecamatan Singosari, memilih memperkuat kolaborasi sekaligus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan Posyandu. Melalui langkah tersebut, pemantauan tumbuh kembang balita menjadi lebih cepat, sementara partisipasi masyarakat terus meningkat.

Komitmen itu mengemuka dalam Rembuk Stunting Desa Langlang yang digelar pada 29 Juni 2026. Pemerintah Desa menghadirkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, Puskesmas, serta Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Singosari. Selain mengevaluasi capaian, forum tersebut juga menyusun strategi menuju Zero Stunting Tahun 2027.

Penanganan Stunting Desa Langlang Dimulai dari Data dan Kolaborasi

“Tahun sebelumnya, dari 397 balita yang tercatat, sebanyak 36 anak mengalami kurang gizi. Salah satu kendala utama adalah rendahnya kehadiran balita di Posyandu sehingga pemantauan pertumbuhan belum berjalan optimal,” ujar Bidan Desa Langlang.

Oleh karena itu, Pemerintah Desa Langlang mengembangkan Sigap Melati sebagai solusi. Aplikasi ini mengirimkan pengingat jadwal Posyandu kepada orang tua sekaligus menyampaikan hasil penimbangan dan pemeriksaan balita secara real-time. Tidak hanya itu, Sigap Melati juga mengintegrasikan data dari lima Posyandu sehingga kader dan tenaga kesehatan dapat memantau perkembangan balita dengan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih akurat.

Aplikasi Sigap Melati mendukung Penanganan Stunting Desa Langlang
Aplikasi Sigap Melati.untuk Penanganan Stunting Desa Langlang

Sigap Melati Perkuat Pelayanan Posyandu

Selanjutnya, Sigap Melati terhubung dengan aplikasi e-Human Development Worker (eHDW) dari Kementerian Desa. Integrasi tersebut mempercepat proses pendataan, meningkatkan akurasi pelaporan, serta memudahkan pemerintah desa dan tenaga kesehatan mengambil keputusan berdasarkan data di lapangan.

Hasilnya pun mulai terlihat. Dalam satu tahun, Pemerintah Desa Langlang bersama kader Posyandu berhasil menurunkan jumlah balita kurang gizi dari 22 anak menjadi 11 anak. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi, inovasi digital, dan pelayanan yang konsisten mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, Desa Langlang membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi. Sebaliknya, teknologi menjadi jembatan yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat ketika dijalankan dengan semangat gotong royong. Dari Desa Langlang lahir pesan sederhana namun bermakna: setiap anak berhak tumbuh sehat, dan setiap desa memiliki kesempatan yang sama untuk melahirkan Generasi Emas Indonesia 2045.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Rembug Stunting Desa Kedungboto Bidik Sanitasi dan Gizi

27 Mei 2026 - 12:23 WIB

Rahasia Bontotangnga Capai Partisipasi Posyandu Seratus Persen

22 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dokter Spesialis Turun ke Desa, RS Tidak Lagi Menara Gading

18 Mei 2026 - 21:12 WIB

Trending di KESEHATAN