
Cashless APBDes Ardimulyo Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Keuangan Desa
Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri, Ardimulyo menjadi paradoks yang nyata. Desa semi-perkotaan di Kecamatan Singosari ini berdiri di antara kepulan asap dan deretan perusahaan skala besar. Namun, tantangan terbesarnya bukan sekadar mengikuti modernisasi. Pemerintah desa ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.
Karena itu, Tim Fasilitasi APBDes Kecamatan Singosari bersama Tenaga Pendamping Profesional (TPP) menggelar koordinasi dengan Pemerintah Desa Ardimulyo. Mereka mengevaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBDes Tahun 2025–2026 sekaligus menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027. Forum tersebut juga menjadi bagian penting untuk menuntaskan target RPJM Desa pada tahun kedelapan pelaksanaannya.

Evaluasi APBDes Menjadi Fondasi RKP Desa
Suasana rapat berlangsung hangat, tetapi tetap fokus pada substansi. Peserta rapat memusatkan perhatian pada Kaur Keuangan (Bendahara Desa) sebagai pengelola administrasi keuangan desa. Di era digital, Pemerintah Desa Ardimulyo memperkuat sistem pengelolaan keuangan melalui Cashless APBDes Ardimulyo. Langkah tersebut tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mempertegas komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Cashless APBDes Ardimulyo Tingkatkan Transparansi
Selain itu, sistem cashless mencatat setiap transaksi secara digital sehingga proses administrasi menjadi lebih tertib, akurat, dan mudah diawasi. Sistem tersebut juga mempersempit peluang terjadinya kesalahan administrasi. Dengan demikian, Pemerintah Desa Ardimulyo dapat memastikan setiap rupiah anggaran tercatat dengan baik, mudah ditelusuri, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Desa Maju Tanpa Kehilangan Kedaulatan
Pada akhirnya, Ardimulyo menunjukkan bahwa desa mampu berkembang di tengah kawasan industri tanpa kehilangan jati dirinya. Pemerintah desa tidak hanya mendorong transformasi ekonomi, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Melalui integrasi anggaran yang matang pada tahun kedelapan RPJM Desa, Ardimulyo membuktikan bahwa transparansi keuangan menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan finansial desa.

Mochamad Fajar Kurniawan adalah praktisi usaha dan pegiat pemberdayaan masyarakat yang berdomisili di Singosari, Kabupaten Malang. Alumnus SMAN 3 Malang (BHAWIKARSU) tahun 1994 & Universitas Brawijaya 1998,Saat ini menjabat sebagai CEO Raja Kebab Singosari dan Raja Ayam Geprek Singosari. Selain aktif di bidang kewirausahaan, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Forum Handarbeni Singhasari (Fondasi), Pembina Paguyuban Batik Singosari, Pembina Paguyuban Batik Lawang, serta menjadi bagian TPP Kecamatan Singosari sejak tahun 2017
Memiliki pengalaman di bidang jurnalistik sebagai mantan Pemimpin Redaksi sebuah tabloid di Kota Malang,memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, UMKM, dan pembangunan berbasis potensi masyarakat. Melalui berbagai kegiatan dan tulisan, ia berupaya mendorong kemandirian ekonomi, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pelestarian warisan budaya lokal untuk mendukung kemajuan desa dan daerah.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.