Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 6 Jun 2026 12:11 WIB ·

Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi


					Atasi Kelangkaan, Pemprov Sumbar Perketat Pengawasan BBM Subsidi Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Antrean panjang di SPBU bukan sekadar pemandangan melelahkan, melainkan alarm bahaya bagi stabilitas ekonomi masyarakat. Di Sumatera Barat, kondisi ini memuncak hingga memaksa Gubernur Mahyeldi Ansharullah turun tangan memimpin rapat koordinasi pengendalian distribusi BBM di Auditorium Gubernuran, Padang, pada Kamis (4/6/2026). Masalah ini telah merambah ke sektor pertanian dan logistik desa yang sangat bergantung pada akses energi murah.

Secara geografis, wilayah Sumatera Barat yang membentang dari pesisir hingga pegunungan memiliki tantangan distribusi energi yang tidak mudah. Namun, kelangkaan solar dan pertalite ternyata bukan sekadar masalah kuota. Hasil pendalaman menunjukkan adanya penyalahgunaan distribusi untuk tambang ilegal. Modus operandi pelaku pun kian beragam, mulai dari kendaraan tua yang dimodifikasi, tangki diperbesar, hingga penggunaan barcode palsu yang merugikan negara dan masyarakat luas.

Untuk memutus rantai ini, Gubernur Mahyeldi mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 1/INST-2026. Seluruh bupati dan wali kota di Sumbar kini diwajibkan membentuk Satuan Tugas (Satgas) pengawasan di wilayah masing-masing. “Pengawasan harus diperkuat agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran,” tegas Mahyeldi. Langkah ini menjadi krusial mengingat kuota nasional solar dan pertalite tahun 2026 yang mengalami penurunan, menuntut efisiensi distribusi di lapangan.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Herianto, menambahkan bahwa kolaborasi digitalisasi sistem distribusi dan inspeksi mendadak akan terus digencarkan bersama Polda Sumbar serta Pertamina. Pengusaha SPBU pun kini terikat pakta integritas untuk memastikan transparansi. Bagi masyarakat, terutama warga desa yang mengandalkan solar untuk mesin pertanian atau alat tangkap nelayan, kebijakan ini adalah napas lega agar produktivitas mereka tetap terjaga.

Dengan komitmen bersama ini, Pemerintah Provinsi Sumbar berharap distribusi energi dapat kembali tertib. Di era di mana setiap tetes bahan bakar berharga, pengawasan yang tegas adalah bentuk perlindungan negara bagi rakyat kecil yang paling terdampak oleh kelangkaan. Distribusi yang tepat sasaran bukan hanya tentang angka di atas kertas, tetapi soal menjaga roda ekonomi desa tetap berputar tanpa hambatan antrean panjang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Mulus Limau Manis: Syukuran Warga atau Lonceng Kematian Desa?

1 November 2026 - 00:04 WIB

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Trending di KABAR PEMDA