Jepara, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Kaliaman di Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, berhasil mematahkan stigma bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hanyalah pelengkap administrasi. Melalui BUMDes Amanah Sejahtera Mandiri, desa ini bertransformasi menjadi “supermarket layanan” yang menyediakan tujuh solusi kebutuhan warga dalam satu pintu. Inovasi ini membuktikan bahwa kemandirian desa bisa dicapai dengan memangkas birokrasi yang melelahkan bagi rakyat.
Kepala Desa Kaliaman, Masheru Hepnanto Rohman, mengungkapkan bahwa strategi utama mereka adalah memindahkan pusat layanan publik ke dalam unit usaha desa. Tidak tanggung-tanggung, BUMDes ini mengelola tujuh unit usaha sekaligus: penyediaan alat tulis kantor (ATK), penyewaan alat konstruksi, pengelolaan sampah, manajemen air minum (Pamsimas), hingga tiga kanal pembayaran pajak dan perbankan.
Efisiensi Waktu: Membayar Pajak Sambil Bertetangga
Sudut pandang paling menarik dari keberhasilan ini adalah bagaimana BUMDes mampu “membeli” kembali waktu warga yang terbuang. Sebelumnya, warga harus mengantre panjang di kantor Samsat pusat untuk membayar pajak kendaraan atau menunggu petugas datang untuk membayar PBB. Kini, dengan adanya unit Samsat Budiman dan kemitraan Bank Jateng di tingkat desa, urusan birokrasi selesai di lingkungan sendiri.
“Masyarakat tidak perlu lagi kehilangan waktu produktif seharian hanya untuk urusan administrasi kendaraan. Semua sudah tersedia di desa,” ujar Masheru. Inovasi ini secara otomatis meningkatkan kepatuhan wajib pajak karena akses yang dibuat sangat dekat dengan pintu rumah warga.
Mandiri Modal dan Infrastruktur di Tahun Depan
Tidak hanya soal kemudahan layanan, BUMDes Amanah Sejahtera Mandiri juga menjadi mesin pencetak Pendapatan Asli Desa (PAD) yang sehat. Keuntungan dari unit usaha ini diputar kembali untuk membiayai pembangunan fasilitas publik tanpa harus selalu bergantung pada bantuan dana pusat atau daerah.
Menatap tahun 2026, Desa Kaliaman berencana melakukan ekspansi besar dengan memperkuat permodalan dan membangun gedung penyimpanan barang mandiri. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat logistik desa yang mendukung unit usaha konstruksi dan penyediaan barang.
Keberhasilan di lereng Kecamatan Kembang ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh Indonesia: bahwa BUMDes yang sukses adalah yang mampu melihat kesulitan warga sebagai peluang inovasi. Kaliaman tidak hanya membangun bisnis, mereka membangun ekosistem sosial yang mandiri dan berkelanjutan.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.