Pringsewu, Lampung [DESA MERDEKA] – Ratusan santri di daerah sering kali luput dari peta utama simulasi penyelamatan, padahal asrama komunal mereka merupakan titik paling rawan saat keadaan darurat. Membawa sudut pandang baru dalam perlindungan wilayah, Pondok Pesantren Raudlatul Muttaqin Sumbersari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, kini resmi memperkuat diri sebagai episentrum baru kesiapsiagaan lokal.
Pada Jumat, 22 Mei 2026, sebanyak 30 santri bersama 5 pengurus pondok secara aktif menggelar simulasi evakuasi sekaligus memasang rambu kebencanaan di lingkungan asrama mereka. Gerakan ini merupakan langkah konkret lanjutan setelah sepekan sebelumnya menerima sosialisasi intensif dari Rumah Zakat dan Relawan Desa Tangguh Bencana Pekon Kresnomulyo Barat.
Langkah ini mendobrak kebiasaan lama. Jika biasanya penanganan baru dilakukan saat bencana tiba, kini fokus bergeser total ke arah pencegahan sejak dini.
“Paradigma penanggulangan bencana kini berubah, dari reaktif ke preventif. Kita ingin agar pesantren memiliki kesadaran dan kemampuan mitigasi sejak dini,” ujar Agus Purnomo, Koordinator Relawan Rumah Zakat Pringsewu.
Dihadiri juga oleh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), para peserta tampak sigap memperagakan SOP penyelamatan diri. Mereka mempraktikkan teknik merunduk untuk melindungi kepala, lalu berjalan tertib menyusuri jalur evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Pemasangan rambu-rambu penunjuk arah di sudut-sudut strategis bangunan komunal ini diharapkan mampu meminimalkan risiko korban jiwa dan membangun kemandirian santri secara spontan jika sewaktu-waktu alam bergejolak.

Penulis merupakan anak desa yang ingin memuliakan desa serta menjunjung tinggi marwah dan cita – cita desa


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.