Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 22 Mei 2026 18:13 WIB ·

Bekas Gudang Pakan Sapi Jadi Ruang Belajar Desa


					Bekas Gudang Pakan Sapi Jadi Ruang Belajar Desa Perbesar

Lampung Timur, Lampung [DESA MERDEKA] Sandal-sandal kecil yang berjejal rapi di teras rumah Serda Ihsanudin di Dusun Empat, Desa Toto Harjo, Lampung Timur, menjadi saksi bisu sebuah perubahan besar. Sebuah bangunan bercat hijau cerah yang kini riuh oleh tawa anak-anak sekolah, empat tahun lalu hanyalah sebuah gudang penyimpanan pakan sapi yang bising oleh deru mesin.

Didorong oleh semangat pengabdian yang tulus, anggota Babinsa Koramil Purbolinggo ini memilih menyulap tempat kumuh tersebut menjadi ruang belajar interaktif. Dinding yang dulunya kusam kini penuh warna, dihiasi poster edukasi mulai dari peta Indonesia, aksara Lampung, hingga wajah para pahlawan nasional.

Saban Senin hingga Jumat, tepat pukul 10.00 WIB, giliran sang istri, Umi Salmah, yang mengambil peran sentral memandu kelas. Motivasi mereka sederhana namun menohok: memberikan ruang bagi anak-anak desa untuk belajar ceria dan bersosialisasi langsung, bukan sekadar mendekam dan asyik dengan gawai masing-masing.

“Kami ingin mereka bersosialisasi secara langsung, bukan cuma asyik dengan gawai masing-masing,” ujar Umi Salmah.

Aktivitas di dalam bekas gudang pakan sapi ini sangat beragam, mulai dari pengenalan huruf untuk anak prasekolah hingga kelas sejarah penumbuh nasionalisme. Tidak berhenti di dalam ruangan, Ihsanudin juga membangun fasilitas bermain (playground) seperti seluncuran, jungkat-jungkit, hingga ayunan besi di halaman depannya.

Fasilitas fisik ini terbukti ampuh menjadi magnet yang mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan terhadap gawai. Dampaknya pun langsung dirasakan oleh para orang tua. Ida, salah satu warga setempat, mengaku perilaku anaknya kini jauh lebih kompak dan memiliki jiwa sosial yang bagus semenjak rutin bermain dan belajar di sana.

Saat ini, lebih dari 50 anak dari jenjang TK hingga SD menikmati fasilitas belajar gratis ini. Bagi warga Toto Harjo, gerakan swadaya sang Babinsa adalah oase di tengah terbatasnya fasilitas pendidikan non-formal di tingkat desa. Bahkan, beberapa anak yang belum pernah mengecap bangku sekolah formal pun ikut ditampung di sini.

Bagi masyarakat, Serda Ihsanudin kini bukan lagi sekadar prajurit berbaju loreng yang menjaga keamanan. Ia adalah solusi nyata yang meruntuhkan sekat antara TNI dan rakyat, menghidupkan mimpi anak-anak pelosok dari sebuah tempat yang dulunya hanya berisi pakan ternak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 13 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPR dan Paramadina Bedah Masa Depan Pendidikan Era AI

21 Juli 2026 - 18:29 WIB

Celah Komersialisasi Seragam SMAN 1 Kedungwaringin Tabrak Aturan Disdik

13 Juli 2026 - 16:33 WIB

Kepala Sekolah Inovatif Kunci Kemajuan Pendidikan Desa

11 Juli 2026 - 22:04 WIB

Fasilitas Belum Siap, MPLS SRT 8 Jombang Diundur

10 Juli 2026 - 15:35 WIB

Bukan KKN Hura-hura, 82 Mahasiswa GENTASKIN Serbu Malaka

10 Juli 2026 - 12:47 WIB

Anak Salatiga Naik Angkot, Berburu Rempah di Ambarawa

7 Juli 2026 - 20:26 WIB

Trending di PENDIDIKAN