Belu, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Belu terpaksa mengubah jam kerja mereka menjadi malam hari demi merampungkan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2026 di Desa Henes. Langkah tidak biasa ini diambil setelah petugas yuridis dan fisik kesulitan menemui warga yang mayoritas menghabiskan waktu di kebun sejak pagi hingga sore hari.
Kepala Kantor Pertanahan Belu, Ch Mudasih, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Pemerintah Desa Henes untuk menyepakati strategi jemput bola ini.
“Awalnya petugas cukup kesulitan karena aktivitas masyarakat yang padat pada siang hari, seperti berkebun sehingga kami mengambil langkah dengan melakukan pendataan pada malam hari,” ujar Ch Mudasih di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).
Melalui pembagian tugas yang terukur, petugas fisik tetap fokus melakukan pengukuran dan pemetaan bidang lahan. Sementara itu, petugas yuridis bergerak pada malam hari untuk mengumpulkan serta memeriksa dokumen kepemilikan tanah bersama warga yang baru pulang berladang.
Strategi “ronda malam” ini terbukti efektif memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti proses administrasi secara optimal tanpa harus mengorbankan mata pencaharian mereka.
Melalui kesuksesan program PTSL 2026 ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Belu menargetkan seluruh bidang tanah di wilayah tersebut dapat terdaftar secara resmi. Kepastian hukum ini diharapkan mampu meminimalisasi potensi sengketa pertanahan sekaligus menciptakan tertib administrasi yang mendorong pembangunan ekonomi di Desa Henes.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.