Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 13 Sep 2023 06:23 WIB ·

Benteng Moral di Banyorang: TPA Al-Ikhlas Melawan Krisis Karakter


					Benteng Moral di Banyorang: TPA Al-Ikhlas Melawan Krisis Karakter Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Saat angka kriminalitas anak di bawah umur—seperti fenomena busur jalanan—kian mencemaskan, sebuah jawaban sunyi muncul dari sudut Kecamatan Tompobulu, Bantaeng. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Ikhlas hadir sebagai “penyaring” moral bagi generasi muda secara sukarela, meski harus bertahan dengan fasilitas pinjaman dan insentif yang jauh dari kata layak.

Di tengah mandat Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 untuk membentuk warga negara demokratis dan berakhlak, masyarakat Banyorang justru mengambil inisiatif mandiri. Tanpa menunggu anggaran negara, mereka membangun karakter anak-anak melalui pembinaan mental dan kerohanian sejak dini.

Bertahan di “Garis Depan” dengan Rp100 Ribu
Ketua TPA Al-Ikhlas, Syamsul Bahri atau yang akrab disapa Pak Ancu, menceritakan perjalanan panjang lembaga ini sejak 2012. TPA ini telah berpindah tempat tiga kali; mulai dari teras masjid, kolong rumah, hingga kini menempati lahan pinjaman warga.

Sekitar 50 santri berusia 7 hingga 10 tahun kini dibina oleh lima orang pengajar. Namun, pengabdian ini dibayar dengan nominal yang memprihatinkan. “Insentif kami hanya Rp100 ribu per bulan. Banyak pembina akhirnya berhenti dan merantau,” ungkap Pak Ancu.

Untuk menjaga napas pendidikan, orang tua santri sepakat memberikan iuran Rp15 ribu per bulan. Dana ini digunakan untuk menyambung hidup para pembina yang mayoritas masih berstatus pelajar dan mahasiswa. Fenomena ini bukan hal baru; puluhan TPA lain di Tompobulu dilaporkan mengalami nasib serupa.

Vaksin Moral Melawan Fenomena “Busur”
TPA Al-Ikhlas tidak hanya sekadar mengajarkan baca tulis huruf Hijaiyah atau Iqra. Kurikulum mandiri mereka mencakup tata cara salat, dakwah, hingga doa harian. Tujuan utamanya adalah membangun “imunitas” bagi anak-anak agar terhindar dari perilaku tercela yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Peran TPA sangat sensitif dalam menciptakan generasi disiplin. Kami menanamkan nilai kebaikan sejak dini untuk meminimalisir karakter buruk, seperti aksi pembusuran yang belakangan banyak melibatkan pelaku di bawah umur,” tegas Pak Ancu.

Solusi Krisis Karakter Adalah Tanggung Jawab Bersama
Krisis moral yang melanda generasi saat ini membutuhkan solusi hulu, bukan sekadar penindakan hukum di hilir. Pendidikan religi informal melalui TPA terbukti menjadi katalisator pembentukan karakter jujur, disiplin, dan adil.

Namun, laju kegiatan ini membutuhkan campur tangan nyata dari pemerintah. Keberadaan anak-anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, melainkan investasi kolektif bangsa untuk menciptakan generasi handal di masa depan. Dukungan regulasi dan kesejahteraan pembina menjadi kunci agar benteng moral di tingkat desa tidak runtuh termakan zaman.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mencetak Generasi Kritis: Investasi Karakter dari Akar Rumput

10 Mei 2026 - 21:25 WIB

Hardiknas di Wonosalam: Saat Aparat Patungan Demi Sepatu Siswa

7 Mei 2026 - 21:24 WIB

Rumus Kepercayaan Anies Baswedan: Senjata Pemuda Membangun Desa

7 Mei 2026 - 13:03 WIB

Ijon Proyek Pendidikan : Benalu Baru di Sekolah Desa Bekasi

5 Mei 2026 - 09:42 WIB

BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi, Bagikan Alat Tulis ke Siswa SDN 104 Langensari Bandung

4 Mei 2026 - 09:18 WIB

Matikan TV Jauhkan Gawai: Budaya Baru Desa Banjaran

4 Mei 2026 - 05:15 WIB

Trending di PENDIDIKAN