Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 17 Mei 2026 20:42 WIB ·

Sajian Mirip Keranda di Ruwat Desa Pagerngumbuk Sidoarjo


					Sajian Mirip Keranda di Ruwat Desa Pagerngumbuk Sidoarjo Perbesar

Sidoarjo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Tradisi ruwat desa di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, tampil beda dari biasanya. Jika umumnya tasyakuran disajikan dengan wadah biasa, warga desa ini justru menata belasan tumpeng raksasa berisi hasil bumi di atas puluhan amben bambu yang sekilas menyerupai keranda jenazah, lengkap dengan penutup kain jarik atau batik.

Puluhan amben berisi makanan dan hasil pertanian itu digotong bersama-sama oleh warga menuju Balai Desa Pagerngumbuk pada Minggu (17/5/2026) pagi. Rangkaian perayaan rasa syukur ini juga diisi dengan pengajian, ziarah makam leluhur, serta pergelaran wayang kulit semalam suntuk.

Kehadiran Bupati Sidoarjo H. Subandi memeriahkan tasyakuran Ruwat Desa Pagerngumbuk, Minggu (17/5/2026).

Simbol Keikhlasan dan Pemersatu Warga
Kehadiran Bupati Sidoarjo, H. Subandi, di pendopo balai desa disambut unik oleh tokoh pewayangan Hanoman dan seorang petani. Bupati mengapresiasi tinggi kreativitas warga dalam merawat kearifan lokal ini sebagai bentuk syukur atas melimpahnya hasil bumi sekaligus sarana memohon keselamatan desa.

“Tujuannya apa desa diruwat? Biar desanya, dalam penyelenggaraan pemerintahan, diberi kemudahan dan kelancaran, semoga diberi keselamatan semua,” ujar H. Subandi. Menurutnya, tradisi ini sukses mempererat persaudaraan karena warga ikhlas menyatukan hasil kebun mereka untuk dinikmati bersama.

Doa untuk Kesuburan Pertanian Desa
Gotong royong dalam ruwat desa ini dinilai membawa keberkahan kolektif. Selain memperkuat ikatan sosial antarwarga agar terhindar dari musibah, perayaan ini menjadi momentum spiritual untuk mendoakan kesejahteraan para petani setempat yang menjadi urat nadi perekonomian desa.

Bupati Subandi berharap lewat ruang syukur ini, keharmonisan rumah tangga warga Pagerngumbuk tetap terjaga. “Yang tidak kalah penting, semoga semua tanaman Anda sehat, subur, dan produksinya terus meningkat,” pungkasnya. Tradisi ini membuktikan bahwa pelestarian budaya mampu berjalan beriringan dengan penguatan roda ekonomi pertanian desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD