Wonogiri, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Keselamatan warga Dusun Kamplong, Desa Ngadipiro, kini tak lagi dihantui ancaman longsor. Melalui semangat gotong royong yang terjadwal rapi, Pemerintah Desa Ngadipiro merealisasikan pembangunan talud jalan setinggi 5,5 meter. Proyek senilai Rp30 juta ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan perisai bagi dua rumah dan enam jiwa yang selama ini terancam erosi.
Menariknya, pengerjaan talud sepanjang 12 meter ini dilakukan dengan pembagian shift per wilayah RT. Warga RT 01 dan 04 bekerja pada pagi hari, sementara RT 02 dan 03 menyambung pada siang hingga sore hari. Pola pengerjaan ini memastikan pembangunan berjalan efektif tanpa mematikan aktivitas ekonomi harian warga.
Musdus: Kunci Pembangunan Tepat Sasaran
Sebelum pondasi digali, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Ngadipiro memastikan aspirasi warga terserap melalui Musyawarah Dusun (Musdus). Pendekatan ini membuktikan bahwa pembangunan di Ngadipiro tidak bersifat top-down, melainkan jawaban atas kebutuhan riil masyarakat. Talud ini merupakan kelanjutan dari proyek pengamanan infrastruktur jalan yang sudah dirintis sejak tahun 2018.
Hartanto, perwakilan TPK, merinci bahwa total anggaran Rp30 juta tersebut telah dihitung secara transparan, termasuk Harga Unit Kerja (HUK) sebesar Rp4 juta. Transparansi anggaran ini menjadi fondasi kepercayaan warga untuk terjun langsung memberikan tenaga dalam proses pembangunan.

Investasi Keamanan Jangka Panjang
Struktur bahu jalan yang sebelumnya retak akibat pergerakan tanah kini diperkokoh. Pembangunan talud ini diharapkan menjadi aset permanen yang melindungi akses transportasi dusun. Partisipasi aktif warga diyakini menjadi jaminan kualitas bangunan, karena mereka membangun infrastruktur yang akan mereka gunakan sendiri.
Kisah dari Dusun Kamplong ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat melalui mekanisme Musrenbang adalah formula terbaik. Ketika ADD bertemu dengan semangat gotong royong, hasilnya bukan hanya tembok beton yang kokoh, melainkan ikatan sosial yang kian erat demi generasi penerus desa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.