Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 5 Mei 2026 09:16 WIB ·

“Uji Nyali” Inspektorat Halsel: Di Balik Aset Mewah Kades Loleo dan Aroma Proyek Fiktif yang Menyengat


					“Uji Nyali” Inspektorat Halsel: Di Balik Aset Mewah Kades Loleo dan Aroma Proyek Fiktif yang Menyengat Perbesar

Labuha, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Integritas Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kini tengah berada di ujung tanduk. Lembaga pengawas internal pemerintah tersebut kini menghadapi tantangan terbuka dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara untuk membongkar dugaan mega skandal korupsi Dana Desa di Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan.

​Kasus ini bukan sekadar urusan salah ketik administrasi, melainkan dugaan praktik korupsi terstruktur yang disinyalir telah membabat habis anggaran desa demi kepentingan pribadi.

Panggung “Uji Nyali” bagi Penegak Peraturan
​Sekretaris LSM KANe, Asbar Sandiah, secara eksplisit menyebut situasi di Desa Loleo sebagai ajang “uji nyali” bagi Inspektorat. Menurutnya, publik sedang menonton apakah lembaga tersebut memiliki taji untuk melakukan audit investigatif secara jujur atau justru terjebak dalam pusaran pembiaran.
​”Ini bukan lagi soal prosedur, ini soal keberanian. Apakah Inspektorat berani bertindak tegas atau memilih diam melihat praktik busuk ini? Kami mendesak audit investigatif dilakukan segera, transparan, dan tanpa pandang bulu,” tegas Asbar pada Minggu (3/5/2026).

Gurita Aset Mewah di Tengah Proyek “Gaib”
​Sorotan tajam LSM KANe mengarah pada kontrasnya kehidupan sang Kepala Desa dengan realita pembangunan di desa. Di saat sejumlah proyek infrastruktur seperti pembangunan gorong-gorong dan rumah adat diduga fiktif—karena hanya ada di atas kertas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) namun nihil di lapangan—sang Kepala Desa justru disinyalir memiliki aset yang nilainya fantastis.

​Dugaan kepemilikan aset mewah berupa speedboat, kendaraan roda empat, hingga beberapa unit rumah menjadi tanda tanya besar. Secara logika keuangan, akumulasi aset tersebut dinilai sangat tidak wajar jika dibandingkan dengan penghasilan resmi seorang pejabat desa. Selain itu, ditemukan indikasi manipulasi administrasi yang sistematis, mulai dari penggunaan tanda tangan tidak sah hingga pembayaran tunjangan kepada nama-nama yang tidak valid.

Tantangan Investigasi: Mengendus Jejak di Balik Manipulasi
​Tantangan terbesar bagi Inspektorat Halsel saat ini adalah membongkar “dinding” administrasi yang mungkin telah direkayasa. Kasus Loleo menjadi rumit karena menyangkut dugaan pengkhianatan terhadap uang rakyat yang seharusnya dialokasikan untuk program sosial dan kesejahteraan masyarakat.

​Jika Inspektorat gagal menunjukkan taringnya, persepsi publik mengenai adanya “perlindungan” bagi oknum Kades nakal akan semakin menguat. LSM KANe memperingatkan bahwa sikap pasif dari pihak pengawas hanya akan memperdalam mosi tidak percaya masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan di Kabupaten Halmahera Selatan.

​Masyarakat kini menanti, apakah Dana Desa Loleo akan dikembalikan fungsinya untuk rakyat, ataukah justru menguap bersama aset-aset mewah yang kini tengah menjadi buah bibir?

Disclaimer Berita:
Laporan ini disusun berdasarkan pernyataan resmi dari LSM Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara dan draf pengaduan masyarakat. Redaksi mengedepankan asas praduga tak bersalah. Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan verifikasi lebih lanjut kepada Kepala Desa Loleo dan pihak Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan untuk mendapatkan klarifikasi yang berimbang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 72 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siapa di Balik Layar? Aroma ‘Bekingan’ Menyengat dalam Dugaan Korupsi Dana Desa Loleo

5 Mei 2026 - 09:21 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Trending di RAGAM