Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 4 Mei 2026 04:47 WIB ·

Jalan Rusak Sumbar Meluas: Inpres Jadi Solusi Cerdas Perbaikan


					Jalan Rusak Sumbar Meluas: Inpres Jadi Solusi Cerdas Perbaikan Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Harapan warga desa untuk memiliki akses jalan yang mulus di Sumatera Barat kini bergantung pada keaktifan pemerintah daerah menjemput anggaran pusat. Ketua Komisi VI DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, memperingatkan bahwa skema pembiayaan saat ini yang terlalu bertumpu pada program pascabencana (R3P) tidak akan cukup untuk menuntaskan masalah infrastruktur yang sudah lama “sakit”.

Data menunjukkan kondisi yang memprihatinkan: 22 persen jalan di Sumatera Barat berkategori rusak berat dan 7,5 persen rusak ringan. Fakta ini membuktikan bahwa kerusakan jalan di wilayah ini sudah terjadi jauh sebelum bencana melanda. Artinya, ada pekerjaan rumah menahun yang belum tuntas di jalur-jalur penghubung desa dan pusat ekonomi.

Jebakan Anggaran dan Dilema Bencana
Selama ini, perbaikan infrastruktur seringkali hanya bergerak jika ada status darurat bencana melalui skema R3P. Doni menegaskan bahwa keterbatasan kemampuan fiskal daerah memang menjadi penghambat nyata, namun tidak boleh dijadikan alasan tunggal. Biaya besar perbaikan jalan menuntut kreativitas dalam mencari sumber pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas.

“Sebelum bencana pun kita sudah menghadapi persoalan infrastruktur. Jadi ini semata-mata PR yang belum tuntas, bukan hanya dampak bencana,” tegas Doni. Jalur-jalur desa yang rusak akibat usia dan beban kendaraan justru sering terabaikan karena tidak masuk dalam kriteria penanganan bencana, sehingga penanganannya menjadi lambat dan parsial.

Menjemput Bola Lewat Inpres Jalan Daerah
Sebagai solusi keluar dari krisis anggaran, Doni mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan Inpres Jalan Daerah. Program inisiatif pemerintah pusat ini menjadi peluang emas untuk mempercepat pembangunan jalan yang selama ini terbengkalai. Sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci agar perbaikan infrastruktur berjalan merata hingga ke pelosok, tanpa harus menunggu bencana datang terlebih dahulu.

Kunci keberhasilan solusi ini terletak pada kesiapan perencanaan di tingkat daerah. Pemerintah daerah diminta lebih agresif dan matang dalam mengajukan usulan program agar pendanaan pusat tidak terlewatkan. Dengan strategi menjemput bola, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Sumatera Barat dapat diwujudkan demi mobilitas warga desa yang lebih manusiawi dan efisien.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukittinggi Pernah Jadi Penyelamat Republik, Wagub Vasko Usulkan Sumbar Jadi Daerah Istimewa

22 Juni 2026 - 10:06 WIB

Sekdaprov Sumbar Dorong Kolaborasi Masyarakat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

DPRD Sumbar Kebut Perubahan Aturan Pajak Daerah, Kinerja APBD 2025 Dinilai Menggembirakan

19 Juni 2026 - 09:22 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Trending di PEMDA