Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 29 Apr 2026 20:40 WIB ·

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka


					Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Harapan warga Kepulauan Mentawai untuk lebih dekat dengan dunia luar segera menemui titik terang. Rencana penambahan panjang landasan pacu bandara sekitar 400 meter menjadi agenda krusial dalam kunjungan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, ke Sumatera Barat. Proyek ini diprediksi menjadi kunci utama yang akan mengubah wajah pariwisata dan ekonomi desa-desa di kepulauan tersebut.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kepastian dukungan pusat terhadap infrastruktur udara ini akan memberikan efek domino bagi pariwisata di pelosok. Jika bandara sudah bisa didarati pesawat berbadan besar, arus pelancong ke destinasi selancar dunia di Mentawai tidak lagi hanya mengandalkan jalur laut yang sangat bergantung pada cuaca.

Infrastruktur Udara dan Kesiapan Desa Wisata
Namun, akses udara hanyalah pintu masuk. Menteri Pariwisata Widiyanti mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus dibarengi kesiapan akomodasi. Hal ini menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan potensi homestay dan jasa wisata lokal. Pemerintah pusat mendorong pembangunan yang terintegrasi, di mana kesiapan fisik sejalan dengan kualitas pelayanan warga setempat.

Selain infrastruktur di pulau, wisata gastronomi Minangkabau juga masuk radar pengembangan. Padang kini tengah berjuang mendapatkan status pusat gastronomi dunia dari UNESCO. Langkah ini diyakini akan memperkuat pasar produk pertanian dan rempah yang selama ini dihasilkan oleh petani-petani di berbagai desa di Sumatera Barat.

Menghidupkan Kembali Marwah Wisata Sejarah
Tak hanya bicara masa depan, kunjungan ini juga mengukuhkan pentingnya sejarah. Bukittinggi, dengan Jam Gadang yang segera genap berusia 100 tahun, didorong menjadi destinasi historis tingkat dunia. Mahyeldi menekankan pentingnya dokumentasi sejarah sebagai identitas kuat untuk menarik minat wisatawan nasional maupun mancanegara.

Rencana kembalinya ajang internasional Tour de Singkarak (TdS) pada 2027 juga menjadi kabar gembira bagi infrastruktur pedesaan. Event yang sempat vakum ini secara historis selalu berhasil mendorong perbaikan jalan-jalan penghubung antar-desa yang menjadi rute balap, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi mikro warga di sepanjang jalur yang dilalui para pebalap dunia.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Kampung Tenun Samarinda: Magnet Budaya di Gerbang IKN

2 April 2026 - 14:04 WIB

Pacu Kuda Padang Pariaman 2026: Magnet Ekonomi Perantau Pulang

29 Maret 2026 - 09:12 WIB

Stasiun Tuntang: Saat Kereta Tua Hidupi Ekonomi Desa

27 Maret 2026 - 08:07 WIB

Trending di JALAN JAJAN