Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Harapan warga Kepulauan Mentawai untuk lebih dekat dengan dunia luar segera menemui titik terang. Rencana penambahan panjang landasan pacu bandara sekitar 400 meter menjadi agenda krusial dalam kunjungan Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, ke Sumatera Barat. Proyek ini diprediksi menjadi kunci utama yang akan mengubah wajah pariwisata dan ekonomi desa-desa di kepulauan tersebut.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kepastian dukungan pusat terhadap infrastruktur udara ini akan memberikan efek domino bagi pariwisata di pelosok. Jika bandara sudah bisa didarati pesawat berbadan besar, arus pelancong ke destinasi selancar dunia di Mentawai tidak lagi hanya mengandalkan jalur laut yang sangat bergantung pada cuaca.

Infrastruktur Udara dan Kesiapan Desa Wisata
Namun, akses udara hanyalah pintu masuk. Menteri Pariwisata Widiyanti mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus dibarengi kesiapan akomodasi. Hal ini menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk mengembangkan potensi homestay dan jasa wisata lokal. Pemerintah pusat mendorong pembangunan yang terintegrasi, di mana kesiapan fisik sejalan dengan kualitas pelayanan warga setempat.
Selain infrastruktur di pulau, wisata gastronomi Minangkabau juga masuk radar pengembangan. Padang kini tengah berjuang mendapatkan status pusat gastronomi dunia dari UNESCO. Langkah ini diyakini akan memperkuat pasar produk pertanian dan rempah yang selama ini dihasilkan oleh petani-petani di berbagai desa di Sumatera Barat.

Menghidupkan Kembali Marwah Wisata Sejarah
Tak hanya bicara masa depan, kunjungan ini juga mengukuhkan pentingnya sejarah. Bukittinggi, dengan Jam Gadang yang segera genap berusia 100 tahun, didorong menjadi destinasi historis tingkat dunia. Mahyeldi menekankan pentingnya dokumentasi sejarah sebagai identitas kuat untuk menarik minat wisatawan nasional maupun mancanegara.
Rencana kembalinya ajang internasional Tour de Singkarak (TdS) pada 2027 juga menjadi kabar gembira bagi infrastruktur pedesaan. Event yang sempat vakum ini secara historis selalu berhasil mendorong perbaikan jalan-jalan penghubung antar-desa yang menjadi rute balap, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi mikro warga di sepanjang jalur yang dilalui para pebalap dunia.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.