Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

IPTEK · 24 Agu 2023 08:49 WIB ·

Sidoarjo Gaspol Digitalisasi Desa: Ekonomi Meroket?


					Sidoarjo Gaspol Digitalisasi Desa: Ekonomi Meroket? Perbesar

Sidoarjo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Sebuah optimisme membumbung tinggi di Kabupaten Sidoarjo. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, baru saja meresmikan inisiatif “Desa Digital” dan akses jaringan di wilayah yang terkenal dengan bandeng dan udangnya ini (acara peluncuran berlangsung pada Rabu, 23 Agustus 2023). Langkah ini diyakini banyak pihak sebagai kunci untuk membuka gerbang pertumbuhan ekonomi desa ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Gus Halim, sapaan akrab sang menteri, dengan penuh semangat menyampaikan bahwa desa-desa di Sidoarjo kini memiliki peluang emas untuk memanfaatkan konektivitas digital. Akses tanpa batas ke informasi, dunia pendidikan yang lebih luas, hingga terbukanya keran peluang bisnis diharapkan mampu mendongkrak kualitas hidup masyarakat perdesaan secara signifikan.

“Kita tidak boleh ketinggalan momentum perkembangan zaman ini. Justru, kita harus mampu memanfaatkannya untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup saudara-saudara kita di desa,” ujar Gus Halim dalam acara peluncuran yang dihadiri berbagai pihak terkait.

Lebih dari sekadar koneksi internet, konsep Desa Digital yang diusung juga bertujuan untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih akuntabel, memperjelas peran serta otoritas dalam pengambilan keputusan. Untuk Sidoarjo sendiri, fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan akses internet cepat di setiap sudut desa. Pasalnya, dari 318 desa yang ada, meskipun 313 di antaranya telah menikmati sinyal seluler yang kuat, masih terdapat lima desa yang harus bergulat dengan sinyal yang lemah.

Gus Halim menekankan bahwa digitalisasi desa memiliki peran krusial dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa. Dengan terwujudnya desa digital, jurang pemisah antara perkotaan dan pedesaan diharapkan semakin menipis, dan kualitas hidup masyarakat desa akan meningkat secara substansial. “Saat ini, capaian Tujuan SDGs Desa di Sidoarjo sudah berada di angka 52,31 persen. Dengan adanya digitalisasi ini, kita optimis capaian ini akan meningkat lebih pesat lagi di tahun-tahun mendatang,” ungkap Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.

Tak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat secara umum, digitalisasi desa juga diprediksi akan menjadi katalisator kemajuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Interoperabilitas data BUMDes yang didukung oleh platform digital akan mempermudah koneksi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga, membuka peluang kerja sama yang lebih luas, kapan pun dan di mana pun.

Setelah mengantongi nomor badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan didukung oleh digitalisasi serta Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), BUMDes di Sidoarjo akan memiliki akses yang lebih mudah ke pasar digital. Produk-produk unggulan desa pun akan lebih leluasa dipasarkan ke berbagai penjuru negeri, bahkan berpotensi menembus pasar yang lebih luas lagi. “NIB ini membuka pintu bagi BUMDes untuk menjual produk barang dan jasa mereka ke dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) maupun berbagai e-commerce yang terkoneksi,” jelas Gus Halim.

Selain menyoroti potensi digitalisasi, Gus Halim juga memberikan apresiasi atas perkembangan status Desa Mandiri di Sidoarjo. Sebuah lompatan signifikan terjadi di mana pada tahun 2015, belum ada satu pun desa di Sidoarjo yang berstatus mandiri, bahkan masih terdapat 71 desa tertinggal dan lima desa sangat tertinggal. Namun, di tahun 2023, peta desa di Sidoarjo berubah drastis. Tidak ada lagi desa dengan status tertinggal, didominasi oleh 152 desa mandiri, 136 desa maju, serta 30 desa berkembang.

Data BUMDes di Sidoarjo juga menunjukkan tren positif. Di tahun ini, tercatat ada 302 BUMDes, dengan 277 di antaranya masih aktif menjalankan berbagai unit usaha, serta 64 BUMDes Bersama. Meskipun demikian, Gus Halim mencatat bahwa baru 78 BUMDes yang telah berbadan hukum, serta dua badan hukum untuk BUMDes Bersama LKD (Lembaga Keuangan Desa).

Dalam acara peresmian tersebut, Gus Halim didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDTT Taufik Madjid beserta jajaran pejabat Kemendes PDTT, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Mochamad Hadiyana, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, serta berbagai pihak terkait lainnya. Usai peresmian, Gus Halim juga berinteraksi langsung melalui teleconference dengan perwakilan dari Desa Kupang di Kecamatan Jabon, Kelurahan Gebang di Dusun Tanjungsari dan Kalikajang, serta Desa Sawohan di Kecamatan Buduran, menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan digitalisasi benar-benar menyentuh hingga ke tingkat akar rumput. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Staf Khusus Menteri Nasrun Annahar, Kepala Biro Perencanaan Cece Sanusi, Kepala Pusat Data dan Informasi Theresia Junidar, Forkompimda Sidoarjo, para kepala desa, dan Tenaga Pendamping Profesional.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Trending di IPTEK