Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 13 Apr 2026 11:03 WIB ·

Paradoks Pesisir Selatan: Kaya Alam Namun Masih Daerah Miskin


					Paradoks Pesisir Selatan: Kaya Alam Namun Masih Daerah Miskin Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) sedang menghadapi realita yang kontras. Di satu sisi, daerah ini memiliki kekayaan alam yang melimpah mulai dari laut, hutan, hingga pertanian. Namun di sisi lain, Pessel masih terjebak sebagai daerah termiskin nomor 17 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Fakta pahit ini memicu seruan besar bagi para perantau untuk tidak sekadar rindu kampung, tetapi pulang membawa kontribusi nyata.

Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, mengungkapkan kegelisahannya dalam acara Halal Bihalal DPW Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Sumbar di Padang, Minggu (12/4). Meski sudah keluar dari status daerah tertinggal, posisi Pessel yang berada di urutan bawah daftar kemiskinan menjadi tanda tanya besar terkait optimalisasi pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Kekuatan Perantau: Jembatan Kemajuan Desa
Saat ini, perantau asal Pesisir Selatan menempati posisi kedua terbanyak di Kota Padang. Keberadaan mereka dinilai sangat egaliter dan gigih. Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyebut bahwa akses jalan yang kini lebih baik memicu lonjakan mobilitas warga Pessel ke ibu kota provinsi. Potensi kuantitas perantau yang besar ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan di kampung halaman.

“Untuk membangun kampung halaman, kita tidak bicara pangkat dan jabatan. Orang Pessel wajib berkontribusi, baik fisik maupun sosial,” tegas Risnaldi Ibrahim. Dukungan perantau kini sangat dinanti, terutama untuk menyukseskan iklim investasi pariwisata yang tengah menggeliat di kawasan Mandeh.

Rindu Pasisia: Menjaga Akar di Rumah Gadang
Semangat membangun desa asal dibungkus dalam tema emosional “Rindu Pasisia, Baiyo Batido di Rumah Gadang”. Ketua Panitia, Widoyo Hermanto, mengingatkan bahwa merantau bukan berarti mencabut akar jati diri sebagai orang pesisir. Silaturahmi ini menjadi pengingat bagi perantau untuk menjunjung tinggi pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” tanpa melupakan tanggung jawab sosial terhadap desa kelahiran.

Ketua DPW PKPS Sumbar, Sengaja Budi Syukur, menambahkan bahwa kebersamaan perantau telah mewujud secara fisik dalam pembangunan gedung serbaguna di Padang secara swadaya. Melalui wadah ini, para perantau diharapkan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan di Pesisir Selatan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sekdaprov Sumbar Dorong Kolaborasi Masyarakat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

21 Juni 2026 - 17:44 WIB

Surplus, DPRD Sumbar Apresiasi Pemprov Kelola Anggaran APBD Tahun 2025

20 Juni 2026 - 13:32 WIB

DPRD Sumbar Kebut Perubahan Aturan Pajak Daerah, Kinerja APBD 2025 Dinilai Menggembirakan

19 Juni 2026 - 09:22 WIB

Penguatan BPBD: Perisai Baru Ketangguhan Nagari di Sumbar

18 Juni 2026 - 18:05 WIB

Data Akurat, Kunci Sukses Pembangunan Desa di TTU

18 Juni 2026 - 03:29 WIB

Jual Beli Jabatan: Skandal Puskesmas Guncang Birokrasi Simalungun

17 Juni 2026 - 17:04 WIB

Trending di PEMDA