Luwu, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Desa Batulappa, Kabupaten Luwu, mendadak jadi sorotan nasional setelah pernikahan Haji Buhari (71) dengan Tiara (18) viral di media sosial. Di balik kehebohan beda usia 53 tahun ini, terselip cerita menarik tentang pengelolaan harta petani sukses di desa yang menepis tudingan miring publik mengenai motif ekonomi semata.
Kepala Desa Batulappa, Muhammad Arsad, mengonfirmasi bahwa meski Haji Buhari adalah “tuan tanah” dengan kebun kakao dan cengkeh yang luas, seluruh hartanya ternyata sudah dihibahkan kepada lima anaknya sebelum akad nikah berlangsung. Hal ini dilakukan guna menjaga transparansi keluarga dan membuktikan bahwa pernikahan ini tidak berlandaskan penguasaan aset.
Hibah Tanah Sebelum Akad Nikah
Arsad menjelaskan, proses pembagian harta tersebut merupakan inisiatif keluarga. “Ada anaknya yang datang menyampaikan rencana pembagian harta. Saya bilang tidak masalah, bisa dibuatkan hibah,” ungkapnya. Langkah ini menjadi indikator kuat bahwa pernikahan dengan gadis yang baru lulus SMA tersebut bukan soal perebutan warisan.
Mengenai nilai materi di hari pernikahan, uang panai yang disepakati tergolong wajar bagi tokoh setempat, yakni sekitar Rp50 juta. Jumlah ini jauh dari angka miliaran yang seringkali dikaitkan dengan pernikahan beda generasi di wilayah Sulawesi Selatan.
Tradisi Mappacci yang Tetap Meriah
Resepsi pernikahan yang digelar pada Minggu (5/4/2026) berlangsung sangat meriah. Warga setempat, Irwansyah, menyebutkan bahwa seluruh rangkaian adat, mulai dari Mappacci hingga resepsi malam hari, dipadati tamu undangan. Fenomena ini menunjukkan dukungan sosial dari kerabat dan warga desa tetap kuat meski usia mempelai terpaut jauh.
Kisah dari pelosok Luwu ini memberikan perspektif baru: bahwa di tingkat desa, keterbukaan administrasi harta melalui perangkat desa mampu meredam spekulasi negatif. Haji Buhari tetap menjadi figur petani cengkeh yang dihormati, sementara Tiara memulai hidup baru pasca-kelulusan SMA-nya dalam balutan tradisi desa yang kental.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.