Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 4 Apr 2026 10:00 WIB ·

Festival Kampung Bintang: Akulturasi Budaya yang Menghidupi UMKM


					Festival Kampung Bintang: Akulturasi Budaya yang Menghidupi UMKM Perbesar

Pangkalpinang, Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Kota Pangkalpinang membuktikan bahwa keragaman budaya bukan sekadar warisan, melainkan mesin penggerak ekonomi rakyat. Melalui Festival Kampung Bintang 2026 yang digelar 3–5 April, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menyinergikan tradisi ziarah Ceng Beng dengan bazar kuliner Chinese halal. Langkah “out of the box” ini diambil untuk memperkuat citra kota toleransi sekaligus memperluas pasar bagi ratusan pelaku UMKM lokal.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan bahwa festival ini merupakan ikhtiar nyata dalam menjaga tradisi dan merajut kebersamaan. “Kita ingin masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul. Momentum Ceng Beng yang identik dengan ziarah kini dipadukan dengan ekonomi kreatif, memberi pengalaman luas bagi pengunjung luar daerah,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ruang Perjumpaan Budaya dan Ekonomi
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pangkalpinang, Irma Mustikasari, menilai konsep kuliner Chinese halal sebagai strategi cerdas memperkuat identitas wisata. Festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang pertemuan antara seni, pariwisata, dan ekonomi rakyat. Kehadiran bazar ini terbukti membuka peluang usaha baru, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga fesyen khas Bangka Belitung.

Rangkaian acara yang padat, mulai dari penampilan Barongsai Kong Chiang, musik Dambus, hingga turnamen golf, dirancang untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan. Semakin lama pengunjung bertahan, semakin besar transaksi yang terjadi di stan-stan UMKM. Inilah model pengembangan ekonomi yang tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi dirasakan langsung manfaatnya oleh warga di akar rumput.

Tradisi Lokal Sebagai Penopang Pertumbuhan
Puncak festival yang diisi dengan pertunjukan Wushu dan drama musikal menunjukkan betapa kuatnya daya tarik wisata berbasis narasi rakyat. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Wali Kota Pangkalpinang pun menegaskan komitmennya menjadikan sektor kreatif sebagai penopang utama pertumbuhan daerah di tengah persaingan usaha yang kian ketat.

Festival Kampung Bintang 2026 sukses menjadi model bagaimana kearifan lokal bisa dikemas secara modern tanpa kehilangan jati diri. Dengan memadukan wisata religi, seni pertunjukan, dan kuliner inklusif, Pangkalpinang tidak hanya merawat toleransi, tetapi juga memastikan dapur pelaku usaha kecil terus mengepul.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD