Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 17 Mar 2026 14:02 WIB ·

Mudik 2026: Bukan Sekadar Pulang, Tapi Investasi Masa Depan


					Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat silaturahmi dengan Media di Kediaman, Senin (16/3/2026).(Dok. Kemendes PDT) Perbesar

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat silaturahmi dengan Media di Kediaman, Senin (16/3/2026).(Dok. Kemendes PDT)

Jakarta [DESA MERDEKA] Ritual mudik tahun ini diproyeksikan menjadi katalisator utama kebangkitan ekonomi pedesaan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa kepulangan jutaan warga ke kampung halaman bukan sekadar seremoni silaturahmi, melainkan suntikan modal segar bagi perputaran uang di tingkat akar rumput.

“Pemudik membawa hasil kerja keras mereka ke desa. Jika mereka membelanjakannya untuk produk lokal, efek ekonominya akan sangat luar biasa,” ujar Yandri dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026). Ia mendorong para pemudik untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga “konsultan” dadakan yang mampu memetakan potensi dan memberikan solusi riil bagi kendala pembangunan di desanya masing-masing.

Gen Z Jadi “Ujung Tombak” Desa Wisata
Strategi besar Kemendes PDT tahun ini adalah memastikan desa tidak kehilangan talenta mudanya. Melalui program Festival Duta Desa Gen Z, pemerintah berupaya mengubah stigma desa yang tertinggal menjadi pusat inovasi. Program yang melibatkan figur publik Mandala Shoji ini menantang generasi muda untuk mengelola desa wisata hingga komoditas ekspor.

“Gen Z memiliki ide segar dan penguasaan teknologi. Kami ingin mereka terlibat langsung, bukan hanya saat mudik, tapi berkelanjutan,” tambah Yandri. Festival ini menjadi wadah audisi bagi inovator muda yang ingin menyalurkan gagasan dalam membangun ekosistem digital dan ekonomi kreatif di daerah asal mereka.

Pendampingan Pasca-Mudik: Ide Tak Boleh Mati
Komitmen pemerintah tidak berhenti pada ajang perlombaan. Mendes PDT memastikan bahwa setiap peserta Festival Duta Desa, baik yang menang maupun tidak, akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar setiap ide brilian yang lahir dari pengamatan selama masa mudik dapat terealisasi secara nyata.

Pemerintah optimistis, dengan kombinasi antara arus modal pemudik dan kreativitas Gen Z, desa akan bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri. Kemendes PDT kini membuka pintu lebar bagi masukan warga agar pembangunan lebih tepat sasaran dan berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan penduduk desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Warga Lubuk Minturun Desak DPRD Sumbar Benahi Sekolah

19 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Trending di KABAR DESA