Jombang, Jawa Timur [Desa Merdeka] – Dalam upaya berkelanjutan untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang prima dan sesuai kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah proaktif. Melalui agenda rutin, Dishub Jombang menggelar kegiatan pendataan jumlah penumpang dan angkutan umum secara menyeluruh di wilayahnya.
Kegiatan krusial ini dilaksanakan secara simultan di dua simpul transportasi utama di Jombang, yakni Terminal Tipe C Ploso dan Terminal Tipe C Mojoagung. Berdasarkan data yang dihimpun, pemantauan intensif ini berlangsung selama kurun waktu lima hari, mulai tanggal 02 hingga 06 Maret 2026.
Tujuan utama dari pengumpulan data lapangan ini adalah untuk mendapatkan basis data yang akurat mengenai jumlah penumpang dan tingkat penggunaan berbagai moda angkutan umum yang masih beroperasi. Informasi riil ini sangat vital bagi pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi fundamental. Hasil dari evaluasi ini nantinya akan menjadi fondasi utama dalam perancangan strategi peningkatan pelayanan transportasi, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas warga.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala bidang angkuta Dinas Perhubungan Jombang, Ari Bawa Tjahjadi, menegaskan komitmen institusinya terhadap kualitas layanan bagi masyarakat.
”Data adalah kunci utama untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran. Melalui kegiatan pendataan ini, kami dapat melihat dinamika di lapangan secara jelas dan akurat, termasuk frekuensi penggunaan angkutan dan jalur-jalur yang menjadi andalan warga. Hasil survei ini akan langsung kami integrasikan ke dalam perencanaan program perbaikan layanan, baik itu terkait keteraturan jadwal, penyesuaian rute, maupun pemenuhan standar keselamatan,” ujar Ari.
Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa keseriusan dalam pendataan ini adalah refleksi dari harapan untuk menciptakan sistem transportasi di Kabupaten Jombang yang tidak hanya tertib dan aman, namun juga benar-benar nyaman bagi seluruh lapisan pengguna jasa. Dengan data yang kuat, Dinas Perhubungan dapat segera merumuskan kebijakan yang relevan untuk mewujudkan transportasi publik yang modern dan responsif terhadap kebutuhan mobilisasi masyarakat di masa depan.
Melalui sinergi antara petugas lapangan, data yang valid, dan komitmen dari pimpinan daerah, diharapkan pelayanan transportasi umum di Jombang dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung mobilitas yang terpercaya.(*)


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.