Dari Ruang Kelas Sederhana di Pesisir, Gema Literasi Dakwah Tumbuh di Bulan Suci
Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] — Suasana ruang kelas di UPT SDN Onemalangka No. 18 Kepulauan Selayar mendadak hening ketika seorang siswi berdiri di depan teman-temannya. Di hadapan para kepala sekolah dan guru dari berbagai sekolah dasar di ibu kota Kecamatan Pasimarannu, Hikayah Salsabila dengan penuh keberanian menyampaikan kultum bertema “Manfaat Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan.”
Dengan suara mantap meski sesekali terdengar gugup, ia mengajak hadirin merenungkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup, terutama di bulan suci Ramadhan.

Momen sederhana itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H di Selayar yang diisi dengan lomba kultum dan buka puasa bersama di lingkungan sekolah. Dari ruang kelas sederhana di wilayah pesisir Kepulauan Selayar, pesan tentang kecintaan terhadap Al-Qur’an menggema dari seorang siswa sekolah dasar.
Di hadapan guru dan teman-temannya, Hikayah membuka ceramahnya dengan pengingat tentang kedudukan Ramadhan dalam Al-Qur’an.
“Orang yang tidak berinteraksi dengan Al-Qur’an seakan-akan Ramadhannya tidak sempurna. Karena dalam Al-Qur’an sendiri, Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia kemudian membacakan potongan ayat:
Syahru Ramadhanal ladzi unzila fihil Qur’an.
Artinya: Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.
Tiga Manfaat Membaca Al-Qur’an
Dalam kultumnya, Hikayah menjelaskan tiga manfaat membaca Al-Qur’an selama bulan suci Ramadhan.
Pertama, membaca Al-Qur’an menghadirkan ketenangan bagi jiwa. Menurutnya, Al-Qur’an merupakan sumber ketenangan yang mampu menentramkan hati di tengah berbagai persoalan hidup.
Kedua, membaca Al-Qur’an memberikan kekuatan dalam menghadapi kesulitan. Hikayah menyampaikan bahwa para ulama sering menganjurkan umat Islam untuk kembali membaca Al-Qur’an ketika pikiran sedang gelisah, karena dari situlah lahir ketenangan dan kemampuan untuk menemukan solusi.
Ketiga, membaca Al-Qur’an dengan niat mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW akan menghadirkan pahala yang berlipat ganda, terlebih di bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan.
Di akhir kultumnya, Hikayah menyampaikan harapan sederhana namun sarat makna.
“Semoga kita selalu diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an dan menjadikannya teman di dunia serta syafaat bagi kita di akhirat kelak.”
Lomba Kultum dan Pendidikan Karakter
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Ramadhan 1447 H di Selayar yang dilaksanakan oleh UPT SDN Onemalangka No. 18. Selain lomba kultum, sekolah juga menggelar buka puasa bersama sebagai sarana mempererat kebersamaan antarpendidik dan peserta didik.

Kepala sekolah, Hamka, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai religius sekaligus melatih keberanian siswa berbicara di depan umum.
“Ramadhan adalah madrasah kesabaran. Melalui lomba kultum ini, kami ingin anak-anak berani menyampaikan pesan kebaikan sekaligus memahami nilai-nilai agama sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan.
Dari Kepulauan untuk Generasi Berkarakter
Di wilayah kepulauan seperti Selayar, ruang belajar sederhana sering kali menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai besar. Melalui kegiatan Ramadhan di sekolah, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga memahami makna berbagi, keberanian, dan keimanan.

Momentum Ramadhan 1447 H di Selayar pun menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil yang penuh semangat.
Dari panggung sederhana di SDN Onemalangka No. 18, pesan tentang kecintaan terhadap Al-Qur’an disampaikan oleh generasi muda—sebuah harapan bahwa nilai-nilai kebaikan akan terus hidup di masa depan.

kontributor Desamerdeka.id wilayah Sulawesi Selatan. Aktif meliput isu-isu sosial, pemerintahan desa, dan dinamika pembangunan masyarakat pesisir.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.