Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 2 Mar 2026 18:09 WIB ·

Honor Kader Posyandu Bulolohe Macet, Bendahara Desa Menghilang


					Honor Kader Posyandu Bulolohe Macet, Bendahara Desa Menghilang Perbesar

Bulukumba, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Puluhan kader Posyandu di Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, belum menerima honor kerja sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026. Situasi ini memicu keresahan lantaran keberadaan Bendahara Desa Bulolohe saat ini tidak diketahui setelah mangkir dari panggilan klarifikasi pemerintah desa.

Ketidakjelasan hak para kader ini terungkap setelah beberapa rekan mereka dikabarkan sudah menerima pembayaran, sementara puluhan lainnya masih gigit jari. Muncul dugaan kuat bahwa dana tersebut sebenarnya telah cair dari rekening desa, namun tertahan di tangan oknum bendahara.

“Beberapa teman sudah dibayar, tapi kami belum. Kami dengar dana sudah masuk ke rekening bendahara, ada apa sebenarnya?” ungkap salah satu kader yang enggan disebutkan namanya, Minggu (1/3/2026).

Pemerintah Desa Gagal Temui Bendahara
Sekretaris Desa Bulolohe, Sibar, membenarkan adanya kemelut administrasi ini. Pihak desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah berupaya memanggil bendahara desa untuk dimintai keterangan, namun yang bersangkutan tidak menunjukkan batang hidungnya.

“Hanya istrinya yang datang memenuhi panggilan. Sampai sekarang, kami tidak tahu keberadaan bendahara tersebut,” jelas Sibar saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026). Pesan singkat yang dikirimkan kepada bendahara juga tidak kunjung mendapat respons.

Dugaan Penggelapan dan Ancaman Pidana
Camat Rilau Ale, Andi Amal Mattotorang, menyebutkan bahwa proses pencairan sepenuhnya merupakan kewenangan desa hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Sementara itu, Kepala Dinas PMD Bulukumba, Andi Asdar, menegaskan bahwa jika anggaran bersumber dari perubahan APBDes, maka dana memang belum cair. Namun, perihal adanya sebagian kader yang sudah dibayar, hal itu menjadi tanggung jawab teknis pihak desa.

Merespons fenomena ini, Koordinator LSM Pilhi Indonesia Sulawesi Selatan, Arie M. Dirgantara, mencium aroma tindak pidana. Ia menegaskan jika dana terbukti sudah cair namun tidak disalurkan, hal tersebut masuk kategori penggelapan.

“Ini berpotensi menjadi masalah hukum. Jika ditemukan unsur pidana, kami tidak segan melaporkan oknum bendahara tersebut ke aparat penegak hukum,” tegas Arie. Kini, puluhan kader yang telah mengabdi selama lima bulan tanpa upah tersebut mendesak pemerintah desa segera memberikan kepastian.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ritual Pendinginan: Harmoni Adat dan Modernitas Pesisir Malaka

29 September 2026 - 19:22 WIB

Pilkades Bantarjaya: Tumbangnya Petahana dan Ujian Pj Mursidi

29 September 2026 - 12:55 WIB

Bansos Ribuan Warga Wonogiri Disetop Gegara Judol Pinjol

19 September 2026 - 06:11 WIB

Sengkarut Dana Desa Malaka: Pelatihan 10 Menit Disorot

17 September 2026 - 10:01 WIB

Bantaran Citarum Memanas: Sengkarut Rivalitas 4 Calon Pemimpin Bantarjaya

10 September 2026 - 16:25 WIB

Pilkades Sumber Urip: Petahana Jajang Sujai Amankan Nomor 1

9 September 2026 - 14:45 WIB

Trending di KABAR DESA