Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Masjid bukan sekadar tempat sujud, melainkan inkubator pemimpin masa depan. Hal ini dibuktikan oleh Masjid Nurul Islam, Kecamatan Pariaman Tengah, yang sukses mencetak empat santri penghafal 30 juz Al-Qur’an. Prestasi Ibrahim, Qonita, Anisa, dan Ana menjadi sorotan utama dalam kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Jumat malam (27/2/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, yang hadir mewakili pemerintah, memberikan apresiasi tinggi terhadap ekosistem pendidikan di masjid tersebut. Menurutnya, keberadaan rumah tahfidz di tengah kota merupakan benteng karakter bagi generasi muda di tengah gempuran zaman.
“Saya bangga melihat semangat anak-anak ini. Dari masjid ini, kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki kompas moral Al-Qur’an,” ujar Arry saat menyerahkan penghargaan kepada para hafiz.
Investasi Rp2,5 Miliar untuk Generasi Qurani
Rumah tahfidz yang mulai dibangun dua tahun lalu ini merupakan proyek ambisius masyarakat Pariaman. Ketua Pengurus Masjid, Zalman Zaudit, mengungkapkan bahwa dari total rencana anggaran sebesar Rp2,5 miliar, saat ini telah terserap sekitar Rp800 juta untuk membangun dua ruang belajar.
Hebatnya, lebih dari 100 santri menimba ilmu menghafal Al-Qur’an di sini secara gratis. Pengurus berkomitmen menciptakan “generasi pembeda” yang mampu bersaing di tingkat pendidikan lebih tinggi namun tetap teguh pada fondasi agama.
Tantangan Fasilitas dan Ajakan Berdonasi
Meski telah mencetak prestasi gemilang, pembangunan infrastruktur masjid masih terus berlanjut. Fokus saat ini adalah penyelesaian fasilitas tempat wudu yang lebih representatif dengan kebutuhan dana mencapai Rp400 juta.
Arry Yuswandi mengingatkan para santri bahwa hafalan hanyalah langkah awal. Ia menekankan pentingnya membaca dengan tartil dan memahami makna agar Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup sehari-hari. Safari Ramadan ini pun menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bahu-membahu menuntaskan pembangunan pusat peradaban di Pariaman Tengah tersebut.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.