Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] – Momentum buka puasa bersama di Rumah Residen Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (27/2/2026), menjadi panggung penting bagi penguatan etika antarpejabat dan perlindungan sosial warga. Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, memanfaatkan ajang Safari Ramadan ini untuk mencairkan ego sektoral sekaligus menyerahkan santunan kematian bagi keluarga pengurus RT/RW.
Pesan kuat mengenai harmoni pemerintahan datang dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan damai jika pemerintah provinsi dan kabupaten/kota masih mengedepankan ego masing-masing.
“Provinsi dan Kotamadya harus beretika, saling menghormati, dan menghargai. Jangan lagi ada ego. Jika ada kesalahan, mari saling memaafkan agar pembangunan berjalan tenang,” tegas Hidayat di hadapan jajaran Forkopimda.
Jaring Pengaman Sosial untuk RT dan RW
Di balik kemasan seremonial, terdapat aksi nyata Pemkot Pangkalpinang dalam memanusiakan pengabdi lingkungan. Prof. Udin—sapaan akrab Wali Kota—menyerahkan santunan klaim BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp42 juta kepada tiga keluarga RT yang pasangannya meninggal dunia.
Langkah ini menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah daerah yang menanggung sepenuhnya iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh perangkat RT dan RW di Pangkalpinang.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami. Karena iuran mereka ditanggung Pemkot, maka saat ada musibah, keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan klaim santunan untuk membantu meringankan beban mereka,” jelas Prof. Udin.

Safari Ramadan Sebagai Ruang Dialog
Selain memberikan santunan kepada anak yatim dari panti asuhan, Wali Kota Saparudin yang didampingi Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, menyebutkan bahwa Safari Ramadan akan terus berlanjut hingga akhir bulan suci. Agenda ini dirancang untuk memastikan kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui bantuan sosial maupun diskusi kekeluargaan di meja makan.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai simbol sinergi antara aspek spiritual, etika kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang nyata di “Pangkalpinang Pangkal Kemenangan”.


“Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban undang-undang, melainkan instrumen penting untuk memenuhi hak masyarakat dan membangun kepercayaan publik.”
Pangkal Pinang

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.