Payakumbuh, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memanfaatkan momentum malam kesembilan Ramadan 1447 H untuk melakukan “investasi manusia” di Kota Payakumbuh. Dalam kunjungan Safari Ramadan di Masjid Arruhama’, Kelurahan Sungai Durian, Rabu (25/2/2026), Mahyeldi menekankan bahwa penguatan iman dan karakter generasi muda adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan bonus demografi.
Gubernur tak sekadar hadir secara seremonial. Ia berinteraksi langsung dengan para pelajar peserta Pesantren Ramadan, memberikan tantangan kuis keagamaan, serta membagikan hadiah sebagai motivasi. Baginya, Pesantren Ramadan merupakan benteng pertahanan bagi siswa SD hingga SMA agar tidak tergerus oleh perilaku menyimpang di era digital.
Mencegah Krisis Kepemimpinan Masa Depan
Mahyeldi menegaskan bahwa tanpa bimbingan spiritual yang serius, populasi muda yang besar justru berisiko menjadi beban daerah. “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika tidak kita siapkan dengan iman dan akhlak sejak dini, ke depan kita akan krisis pemimpin berkualitas,” ujar Gubernur di hadapan jemaah.
Senada dengan itu, Pj. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengingatkan warga untuk waspada terhadap ancaman nyata seperti peredaran narkoba. Ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan serta keamanan lingkungan sembari melipatgandakan amal ibadah selama bulan suci.
Guyuran Bantuan untuk Pembangunan Umat
Selain penguatan nilai spiritual, Tim Safari Ramadan Provinsi Sumbar juga membawa dukungan finansial yang signifikan untuk Masjid Arruhama’. Total bantuan yang diserahkan meliputi hibah Pemprov Sumbar senilai Rp50 juta, dukungan Bank Nagari dan Jamkrida masing-masing Rp10 juta, serta bantuan dana dari Baznas, Biro Kesra, dan Dinas BMCKTR.
Tak hanya uang tunai, puluhan mushaf Al-Qur’an dan santunan bagi keluarga prasejahtera juga disalurkan. Rangkaian aksi ini diharapkan tidak hanya mempercantik fisik masjid, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara pemerintah provinsi dengan warga di tingkat kelurahan demi mewujudkan masyarakat Sumbar yang religius dan berdaya saing.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.