Lima Puluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin bagi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Dalam kunjungannya ke Masjid Jami’ Nurul Falah, Nagari Sarik Laweh, Senin (23/2/2026), momen ini bertransformasi menjadi panggung kolaborasi besar untuk memperkuat ekonomi dan pendidikan di tingkat nagari melalui kucuran bantuan senilai ratusan juta rupiah.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak datang dengan tangan kosong. Total bantuan pendidikan sebesar Rp431 juta disalurkan melalui Baznas untuk 431 siswa di Kabupaten Lima Puluh Kota. Selain itu, pembangunan fisik masjid mendapat suntikan dana segar senilai puluhan juta rupiah dari Pemprov Sumbar, Bank Nagari, hingga Jamkrida, guna memastikan tempat ibadah ini lebih representatif bagi warga.
Gaji Bupati dan Sinergi Lintas Sektor
Ada pemandangan menarik saat Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin, menyatakan komitmen pribadinya di depan jemaah. Di tengah efisiensi anggaran daerah, ia memutuskan menyumbangkan gaji pribadinya selama dua bulan untuk menuntaskan pembangunan loteng lantai bawah masjid sebelum Ramadan berakhir.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan di Sumatera Barat tengah bergeser ke arah pengabdian yang lebih personal dan menyentuh hati masyarakat. “Di momen Ramadan ini, mari kita saling memaafkan dan fokus membangun daerah bersama-sama,” ajak Bupati Safaruddin.
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan dari Masjid
Gubernur Mahyeldi dalam orasinya memberikan penekanan khusus pada aspek sumber daya manusia. Menurutnya, bantuan fisik masjid harus dibarengi dengan pembangunan mental generasi muda. Ia ingin masjid menjadi kawah candradimuka bagi pemuda setempat untuk membekali diri dengan iman dan ilmu pengetahuan.
“Kita perlu menyiapkan generasi muda yang kuat imannya, teguh pendiriannya, dan memiliki energi besar untuk membangun daerah,” tegas Mahyeldi di hadapan para tokoh masyarakat dan pemuda Jorong Niur Kapalo Koto.
Kehadiran Tim Safari Ramadan yang memboyong berbagai pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), lembaga keuangan, hingga Kanwil Kemenag, menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan dan bantuan benar-benar mendarat tepat sasaran di level akar rumput. Bagi warga Sarik Laweh, kunjungan ini adalah pengakuan bahwa suara mereka didengar dan kebutuhan mereka menjadi prioritas pembangunan provinsi.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.