Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 23 Feb 2026 07:39 WIB ·

Pangulah Selatan Panen Cuan Lewat Telur Ayam BUMDes


					Kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Anugerah Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Karawang. Perbesar

Kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Anugerah Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Karawang.

Karawang, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Desa Pangulah Selatan di Kecamatan Kotabaru kini tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam perputaran ekonomi daerah. Melalui BUMDes Anugerah, desa ini berhasil menyulap lahan menjadi lumbung protein lewat unit usaha peternakan ayam petelur. Memasuki awal tahun 2026, ratusan ayam yang dikelola mulai menunjukkan hasil nyata dengan tingkat produksi yang sangat optimal.

Kepala Desa Pangulah Selatan, Deni Kurniawan, mengungkapkan bahwa saat ini BUMDes mengelola sekitar 680 ekor ayam petelur. Fase produksi yang dimulai sejak Januari ini menandai keberhasilan tahap persiapan dan perawatan yang dilakukan secara mandiri oleh tim BUMDes.

Mandiri Pangan dari Kandang Sendiri
Kehadiran peternakan ini membawa dampak ganda bagi warga. Pertama, kebutuhan konsumsi telur masyarakat Desa Pangulah Selatan kini bisa terpenuhi dari hasil produksi lokal. Kedua, surplus produksi telah berhasil menembus pasar di wilayah sekitar Karawang. Pola distribusi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan asli desa (PADes), tetapi juga menjaga stabilitas harga pangan di tingkat akar rumput.

“Produksi telur sudah mulai optimal di bulan Januari ini. Kami ingin hasil ini memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan BUMDes sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” ujar Deni Kurniawan, Selasa (13/1/2026).

Pemberdayaan Warga Melalui Rantai Produksi
Deni menekankan bahwa unit usaha ini dirancang sebagai proyek pemberdayaan, bukan sekadar mencari profit. Ke depan, pemerintah desa berencana memperluas keterlibatan masyarakat. Warga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi akan dilibatkan dalam teknis perawatan ternak hingga strategi pemasaran dan distribusi.

Pengelolaan BUMDes Anugerah yang berbasis potensi lokal ini menjadi bukti bahwa desa mampu mandiri secara ekonomi jika asetnya dikelola secara profesional. Dengan optimisme tinggi, unit usaha ayam petelur ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berdaya saing dan mampu mengangkat taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Bertaruh Nyawa di Tengah Laut: Potret Darurat Kesehatan Warga Desa Loleo dan Polindes yang Sekarat

30 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di RAGAM