Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Zakat sering kali hanya dipandang sebagai kewajiban ritual tahunan menjelang Idulfitri. Namun, di tangan Baznas Kabupaten Bantaeng, zakat sedang diposisikan ulang sebagai instrumen vital untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat secara masif.
Menyambut Ramadan 1447 H, Baznas Bantaeng menggelar sosialisasi akbar pada Kamis (12/2/2026). Langkah ini bertujuan untuk merombak pemahaman masyarakat dan ASN agar lebih patuh menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Fokusnya jelas: edukasi dan optimalisasi pengumpulan dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang transparan.

Ketua Baznas Bantaeng, Andi Rakhmad, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar ceramah agama. “Ini adalah wadah silaturahmi sekaligus sinkronisasi program kerja kami yang akan menyasar langsung kebutuhan masyarakat selama bulan suci nanti,” ujarnya di hadapan para kepala desa, lurah, dan tokoh agama se-Kabupaten Bantaeng.
Misi Khusus: Da’i 3T hingga Kupon Infaq
Baznas Bantaeng tidak hanya menunggu di kantor. Dalam Ramadan mendatang, mereka telah menyiapkan tiga gebrakan strategis yang dipaparkan oleh Wakil Ketua I, Hamzar:
- Ekspedisi Da’i 3T: Mengirim pendamping agama ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, khususnya di pelosok Kecamatan Eremerasa.
- Infaq Rumah Tangga Muslim (IRTM): Pengedaran kupon infak yang sistematis untuk memudahkan setiap keluarga berkontribusi pada pembangunan umat.
- Safari ZIS: Sosialisasi keliling di setiap desa dan kelurahan untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dari edukasi finansial syariah ini.
Dukungan Pemerintah Sebagai Ibadah Sosial
Bupati Bantaeng, yang diwakili oleh Kabag Kesra, memberikan lampu hijau penuh terhadap langkah taktis ini. Pemerintah menilai zakat fitrah dan zakat mal harus dilihat sebagai ibadah sosial yang mampu menyeimbangkan ketimpangan ekonomi di daerah.
Kehadiran jajaran pimpinan Baznas secara lengkap, mulai dari Andi Rakhmad hingga para wakil ketua (Hamzar, Hasan Habibu, Agusliadi, dan Ust. Irman Sato), menunjukkan soliditas organisasi dalam mengelola dana umat secara profesional. Dengan sinergi antara imam masjid, tokoh perempuan, dan aparat kecamatan, Bantaeng menargetkan Ramadan tahun ini sebagai puncak pengumpulan dana umat yang paling akuntabel dalam sejarah daerah tersebut.
Melalui langkah proaktif ini, Baznas Bantaeng berharap zakat tidak lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata kehadiran agama dalam menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat di Bumi Toa.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.