Pemalang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Lebih dari 30 calon perangkat desa memadati Balai Desa Peguyangan, Kecamatan Bantarbolang, untuk mengikuti seleksi ketat pada Selasa, 28 Agustus 2025. Seleksi ini diselenggarakan untuk mengisi dua posisi penting yang kosong, yaitu Kepala Seksi Pemerintahan dan Kepala Urusan Perencanaan. Antusiasme terlihat tinggi, dengan peserta yang tidak hanya berasal dari Desa Peguyangan, tetapi juga dari kecamatan lain seperti Comal, Petarukan, dan Taman, bahkan ada yang datang dari Kabupaten Brebes.
Kepala Desa Peguyangan, Wage Kasdono, mengungkapkan bahwa proses rekrutmen ini sangat penting untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. “Peserta yang nantinya terpilih diharapkan bisa menjalankan tugas dengan baik dan penuh dedikasi,” ujar Wage.
Ia menambahkan, sebenarnya jumlah calon pendaftar jauh lebih banyak dari yang mengikuti ujian. Tercatat ada 46 orang yang mengambil formulir pendaftaran, namun hanya 30 orang yang kemudian mendaftar kembali untuk mengikuti tahapan seleksi.
Proses seleksi dirancang secara komprehensif untuk menyaring calon terbaik. Tahap pertama adalah tes kesehatan yang diikuti oleh 30 peserta. Setelah itu, dilanjutkan dengan tes wawancara di mana dari 29 peserta yang ikut, sebanyak 26 orang dinyatakan lulus. Tiga orang lainnya tidak mengikuti tes ini.
Para peserta yang lolos kemudian melanjutkan ke tes pidato dan komputer. Sebanyak 26 peserta yang lulus tes wawancara berhasil melewati tes pidato. Setelah itu, mereka mengikuti tes kemampuan penggunaan komputer. Puncak dari rangkaian tes ini adalah ujian tertulis berbasis CAT ( Computer Assisted Test), sebuah sistem yang memungkinkan peserta langsung melihat hasil ujian mereka setelah selesai.
Wage Kasdono berharap, melalui serangkaian tes ini, Pemerintah Desa Peguyangan dapat menemukan individu yang berdedikasi tinggi, loyal, dan bersedia bekerja keras. “Dengan terisinya kekosongan ini, kami berharap bisa bersama-sama memajukan Desa Peguyangan,” tambahnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh salah satu warga desa, Usman. Ia berharap proses seleksi ini membawa dampak positif bagi kemajuan desa. “Semoga desa kami bisa lebih maju, berkembang, makmur, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutupnya.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.