Jakarta [DESA MERDEKA] – Sebanyak 75.266 desa di Indonesia kini menjadi “magnet” bagi inovator teknologi dunia. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, baru saja menerima audiensi delegasi 15 CEO perusahaan energi dan teknologi asal Inggris, Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan penjajakan kerja sama konkret untuk menyuntikkan teknologi canggih ke wilayah terpencil nusantara.
Para pimpinan perusahaan kelas dunia tersebut membawa misi besar: mempercepat elektrifikasi perdesaan melalui solusi energi terbarukan yang terdesentralisasi (off-grid). Mulai dari teknologi mikrohidro dari Carruthers Renewables hingga pengolahan limbah menjadi energi oleh Compact Syngas Solutions, semua diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi di desa.
“Ada 75.266 desa, jadi kolaborasi adalah keharusan. Kami membuka peluang bagi pihak manapun untuk membangun desa secara nyata,” tegas Mendes Yandri dalam keterangan resminya.
Energi Inggris untuk Makan Bergizi Gratis
Salah satu poin strategis dalam pertemuan ini adalah bagaimana teknologi energi Inggris dapat menyokong 12 Program Prioritas Kemendes PDT. Salah satunya adalah Desa Tematik yang diproyeksikan sebagai penyuplai bahan baku program nasional Makan Bergizi Gratis.
Teknologi seperti rantai dingin (cold chain) bertenaga surya milik Eja-Ice dinilai sangat relevan untuk menjaga kesegaran pasokan pangan dari desa ke pusat pengolahan. Selain itu, turbin laut tanpa baling-baling dari Propel and Power diproyeksikan mampu menjadi tulang punggung listrik bagi BUMDes di wilayah pesisir dan kepulauan.
Desa Ekspor dan Ketahanan Iklim
Mendes Yandri juga menawarkan kolaborasi untuk target pembangunan 5.000 Desa Ekspor. Dengan dukungan energi yang stabil dari inovasi Inggris, produktivitas desa diharapkan melonjak sehingga mampu bersaing di pasar internasional. Program lain yang turut disoroti adalah Desa Berketahanan Iklim dan Desa Bebas Sampah.
Jillian Henderson dari Innovate UK Energy Access Brokerage mengakui bahwa tantangan geografis Indonesia adalah peluang emas bagi model energi terdesentralisasi. “Kami ingin memulai dari proyek nyata di desa, bekerja sama langsung dengan BUMDes agar dampaknya cepat dirasakan warga,” ujarnya.
Sinergi ini menandai babak baru pembangunan desa, di mana teknologi high-tech asal Inggris akan diuji coba melalui skema proyek percontohan (pilot project) untuk memastikan solusi yang ditawarkan benar-benar aplikatif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga desa.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.