Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 11 Feb 2026 23:47 WIB ·

15 CEO Inggris Kepung Desa Indonesia Bawa Inovasi Energi


					Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, saat menerima audiensi delegasi 15 CEO perusahaan inovasi energi dan teknologi asal Inggris. Perbesar

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, saat menerima audiensi delegasi 15 CEO perusahaan inovasi energi dan teknologi asal Inggris.

Jakarta [DESA MERDEKA] Sebanyak 75.266 desa di Indonesia kini menjadi “magnet” bagi inovator teknologi dunia. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, baru saja menerima audiensi delegasi 15 CEO perusahaan energi dan teknologi asal Inggris, Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan penjajakan kerja sama konkret untuk menyuntikkan teknologi canggih ke wilayah terpencil nusantara.

Para pimpinan perusahaan kelas dunia tersebut membawa misi besar: mempercepat elektrifikasi perdesaan melalui solusi energi terbarukan yang terdesentralisasi (off-grid). Mulai dari teknologi mikrohidro dari Carruthers Renewables hingga pengolahan limbah menjadi energi oleh Compact Syngas Solutions, semua diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi di desa.

“Ada 75.266 desa, jadi kolaborasi adalah keharusan. Kami membuka peluang bagi pihak manapun untuk membangun desa secara nyata,” tegas Mendes Yandri dalam keterangan resminya.

Energi Inggris untuk Makan Bergizi Gratis
Salah satu poin strategis dalam pertemuan ini adalah bagaimana teknologi energi Inggris dapat menyokong 12 Program Prioritas Kemendes PDT. Salah satunya adalah Desa Tematik yang diproyeksikan sebagai penyuplai bahan baku program nasional Makan Bergizi Gratis.

Teknologi seperti rantai dingin (cold chain) bertenaga surya milik Eja-Ice dinilai sangat relevan untuk menjaga kesegaran pasokan pangan dari desa ke pusat pengolahan. Selain itu, turbin laut tanpa baling-baling dari Propel and Power diproyeksikan mampu menjadi tulang punggung listrik bagi BUMDes di wilayah pesisir dan kepulauan.

Desa Ekspor dan Ketahanan Iklim
Mendes Yandri juga menawarkan kolaborasi untuk target pembangunan 5.000 Desa Ekspor. Dengan dukungan energi yang stabil dari inovasi Inggris, produktivitas desa diharapkan melonjak sehingga mampu bersaing di pasar internasional. Program lain yang turut disoroti adalah Desa Berketahanan Iklim dan Desa Bebas Sampah.

Jillian Henderson dari Innovate UK Energy Access Brokerage mengakui bahwa tantangan geografis Indonesia adalah peluang emas bagi model energi terdesentralisasi. “Kami ingin memulai dari proyek nyata di desa, bekerja sama langsung dengan BUMDes agar dampaknya cepat dirasakan warga,” ujarnya.

Sinergi ini menandai babak baru pembangunan desa, di mana teknologi high-tech asal Inggris akan diuji coba melalui skema proyek percontohan (pilot project) untuk memastikan solusi yang ditawarkan benar-benar aplikatif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tenaga Muda Profesional Siap Sulap BUMDes Jadi Korporasi Desa

2 Mei 2026 - 11:32 WIB

Rapat Via Zoom Bersama Bakrie Center Foundation (BCF), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), serta Forum BUMDes Indonesia (FBI)

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Trending di EKBIS