Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KUMHANKAM · 7 Feb 2026 12:06 WIB ·

400 Hektare Lahan Desa Seuneubok Jaya Dicaplok HGU?


					400 Hektare Lahan Desa Seuneubok Jaya Dicaplok HGU? Perbesar

Aceh Selatan, DI Aceh [DESA MERDEKA] Desa Seuneubok Jaya, Kecamatan Trumon, kini tengah berada di pusaran konflik agraria yang serius. Warga mendapati sekitar 400 hektare wilayah desa diduga “hilang” karena masuk dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Agro Sinergi Nusantara (ASN). Tanpa adanya proses ganti rugi maupun musyawarah sejak era PTPN I, warga kini menuntut transparansi atas status tanah yang telah berubah menjadi perkebunan sawit tersebut.

Sebagai bentuk protes damai, spanduk pemberitahuan telah terpasang di lokasi sengketa. Pemerintah Desa menegaskan bahwa lahan tersebut adalah wilayah administratif desa dan status hukumnya kini sedang dipertanyakan secara resmi.

Kejanggalan Administrasi dan Absennya Kebun Plasma
Dugaan pencaplokan lahan ini semakin menguat karena masyarakat merasa tidak pernah dilibatkan dalam pelepasan hak. Keanehan lain yang disoroti adalah tidak adanya kebun plasma bagi masyarakat sekitar. Secara regulasi, perusahaan pemegang HGU wajib memberikan porsi kebun untuk masyarakat lokal sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan dampak dampak operasional.

“Kami mempertanyakan dasarnya. Jika benar masuk HGU, bagaimana prosesnya? Mengapa masyarakat tidak pernah diajak bicara dan hak plasma kami tidak ada sampai hari ini?” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Seuneubok Jaya.

Jalur Konstitusional Melawan “Bungkamnya” Korporasi
Pemerintah Desa Seuneubok Jaya memilih untuk tidak mengedepankan otot, melainkan otak. Mereka menempuh jalur administratif dengan mengirimkan surat klarifikasi kepada:

  • PT Agro Sinergi Nusantara (ASN)
  • BPN Subulussalam dan BPN Aceh Selatan
  • DPRK Aceh Selatan

Namun, hingga kini, surat-surat tersebut belum mendapat respons tertulis. Sikap diam dari pihak perusahaan dan instansi terkait memicu pihak desa untuk mengirimkan surat teguran administratif. Kejelasan batas wilayah ini dianggap harga mati demi menjaga kondusivitas warga yang mulai resah.

Menanti Keadilan Agraria
Langkah desa ini bukan sekadar mengejar lahan, melainkan menuntut kepastian hukum. Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik untuk duduk bersama, Pemerintah Desa Seuneubok Jaya menyatakan siap membawa kasus ini ke lembaga pengawas pelayanan publik hingga menempuh mekanisme hukum yang lebih tinggi.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang sambil menunggu jawaban resmi dari pihak berwenang. Hingga saat ini, pihak PT ASN belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tumpang tindih lahan tersebut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Panggung Terakhir Sang “Kades Ikatan Cinta”

21 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Sinergi Muspika Pebayuran Jamin Keamanan Pelayanan Publik Desa

1 Juli 2026 - 17:20 WIB

Tulungagung Perketat Keamanan Tradisi Suro di Tingkat Desa

11 Juni 2026 - 20:22 WIB

Perampokan Rumah Guru di Desa Ciberung, Warga Diminta Waspada

5 Juni 2026 - 14:08 WIB

Intimidasi di Polsek Obi, Warga Desa Sambiki Menuntut Keadilan

2 Juni 2026 - 15:54 WIB

Jerat Prematur Kasus Pupuk Ilegal Tulungagung di Lahan Sendiri

25 Mei 2026 - 22:52 WIB

Trending di KUMHANKAM