Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 3 Feb 2026 19:23 WIB ·

Operasi Senyap 60 Kilometer Cari Remaja Tenggelam di Malaka


					Proses pencarian korban di laut Timor pantai selatan Perbesar

Proses pencarian korban di laut Timor pantai selatan

Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Pertarungan melawan waktu dan luasnya Samudra Hindia tengah berlangsung di pesisir Kabupaten Malaka. Tim gabungan kini memperluas radius pencarian hingga sejauh 60 kilometer untuk menemukan Jorganio Faot alias Dito (15), seorang pelajar SMP Negeri Fatukoan yang dilaporkan hilang ditelan ombak di Pantai Cemara Abudenok, Selasa (3/2/2026).

Skala pencarian ini tergolong masif dan menantang. Tim pencari kini menyisir rute mulai dari titik awal kejadian di Kecamatan Malaka Barat hingga mencapai perairan Kecamatan Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Upaya ini dilakukan karena kuatnya arus laut yang diprediksi membawa tubuh korban jauh dari lokasi semula.

Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam operasi kemanusiaan ini. “Tim gabungan terus melakukan penyisiran dengan menyesuaikan kondisi arus dan perairan yang cukup dinamis di sekitar lokasi,” ungkapnya melalui rilis resmi.

Sinergi Basarnas dan Navigasi Nelayan Lokal
Sudut pandang menarik dari operasi ini adalah pelibatan aktif warga sipil. Alih-alih hanya mengandalkan peralatan canggih pemerintah, tim lapangan mengerahkan enam armada yang terdiri dari satu perahu karet Basarnas dan lima perahu milik nelayan setempat.

Keterlibatan nelayan bukan tanpa alasan. Mereka dianggap memiliki “peta insting” yang kuat mengenai karakteristik arus bawah laut dan titik-titik pusaran di perairan Malaka Barat. Sinergi antara teknologi Basarnas dan kearifan lokal nelayan ini diharapkan mampu mempercepat penemuan korban di area pencarian yang sangat luas.

Dukungan Logistik dan Imbauan Keselamatan
Operasi besar ini juga melibatkan personel dari Satuan Samapta Polres Malaka, Polsek Malaka Barat, BPBD, hingga Dinas Sosial Kabupaten Malaka. Selain melakukan pencarian di laut, tim di darat juga terus memantau bibir pantai di sepanjang jalur 60 kilometer tersebut.

Hingga laporan ini disusun, keberadaan Dito—remaja asal Desa Niti, Kecamatan Rinhat—masih misterius. Kapolres Malaka mengimbau masyarakat dan pengunjung pantai untuk ekstra waspada terhadap cuaca ekstrem dan arus laut yang tidak terduga. Tragedi ini menjadi pengingat keras betapa pentingnya mematuhi instruksi petugas keselamatan saat beraktivitas di kawasan pesisir.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Trending di RAGAM