Minahasa, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] – Wajah kepemimpinan di 126 desa di Kabupaten Minahasa dipastikan akan segera berganti. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa resmi menetapkan Juni 2026 sebagai waktu pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak. Tidak tanggung-tanggung, investasi sebesar Rp2,9 miliar telah dialokasikan melalui APBD untuk memastikan pesta demokrasi ini berjalan tanpa hambatan.
Kepastian ini muncul setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan lampu hijau secara resmi. Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Lynda D. Watania, mengonfirmasi bahwa izin dari pemerintah pusat sudah di tangan, sehingga persiapan teknis dan finansial kini masuk ke fase eksekusi.
Maraton Tahapan Dimulai Januari 2026
Berbeda dengan pemilihan biasa, Pilhut 2026 dirancang sebagai maraton pengabdian. Tahapan awal akan dimulai sejak Januari 2026, yang mencakup pembentukan panitia hingga verifikasi calon. Anggaran miliaran rupiah tersebut akan dibagi secara proporsional untuk mendanai seluruh proses, mulai dari administrasi, logistik pemungutan suara, hingga pelantikan tokoh terpilih.
“Dana ini kami siapkan agar seluruh tahapan berjalan transparan dan akuntabel. Kami tidak ingin kendala biaya menghambat hak suara rakyat,” ujar Sekda Watania, Kamis (6/11/2025).
Bukan Sekadar Politik, Tapi Membangun dari Bawah
Sudut pandang menarik datang dari Bupati Minahasa, Robby Dondokambey. Ia menegaskan bahwa Pilhut kali ini bukan sekadar ajang perebutan kursi kekuasaan desa. Lebih dari itu, ini adalah momentum bagi masyarakat untuk merebut kembali peran aktif mereka dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Guna menjamin keamanan dan keadilan di lapangan, Pemkab Minahasa akan menggandeng sinergi TNI, Polri, dan lembaga pengawas independen. Hal ini dilakukan untuk memitigasi potensi konflik horizontal yang sering mewarnai pemilihan di tingkat akar rumput.
“Hukum tua (Kepala Desa) yang punya rekam jejak pelayanan baik pasti akan dipilih kembali oleh rakyat. Kita butuh pemimpin yang berorientasi pada pembangunan desa, bukan kepentingan pribadi,” tambah Watania. Dengan waktu persiapan yang cukup panjang, Pilhut serentak 2026 diharapkan melahirkan pemimpin-pemimpin desa yang siap membawa Minahasa menuju kedaulatan pangan dan ekonomi lokal yang lebih kuat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.