Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Desa Pattallassang kini resmi memiliki “tambang emas” baru dalam wujud destinasi wisata air. Kehadiran kolam renang Ere Salu Lompoa di Dusun Masarang, Kecamatan Tompobulu, menjadi simbol keberanian sebuah desa untuk memutus ketergantungan anggaran dan mulai menciptakan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara mandiri.
Diresmikan langsung oleh Bupati Bantaeng, Ilham Azikin, pada Kamis (3/8/2023), pemandian yang namanya berarti “air pancuran besar” ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi warga. Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan perwujudan visi jangka panjang untuk menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa.

Perjalanan Panjang Melawan Pandemi
Pembangunan Ere Salu Lompoa merupakan potret keteguhan hati pemerintah desa. Dimulai sejak tahun 2019 menggunakan Dana Desa, proyek ini sempat terhantam badai pandemi Covid-19 pada awal 2020. Akibatnya, seluruh anggaran terpaksa dialihkan untuk penanganan kesehatan masyarakat.
Namun, semangat untuk berdikari tidak padam. Pembangunan dilanjutkan kembali secara bertahap pada 2021 hingga tuntas di tahun 2023. Bupati Ilham Azikin memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi ini dan berjanji akan terus memberikan atensi bersama jajaran legislatif.
“Semoga fasilitas ini mampu memberi kebermanfaatan luas, tidak hanya untuk warga Pattallassang, tapi masyarakat Bantaeng secara umum,” ujar Ilham Azikin sesaat sebelum menandatangani prasasti peresmian.

Desa Pertama dengan PADes Signifikan
Kepala Desa Pattallassang, Subhan, menegaskan bahwa kolam renang ini adalah janji politik yang ia tunaikan. Ia menyoroti fenomena belum adanya desa di Bantaeng yang memiliki PADes signifikan untuk menunjang ekonomi secara otonom.
“Kami ingin Pattallassang menjadi yang pertama mempersembahkan kemandirian ekonomi melalui objek wisata. Ini adalah cara kami mencapai nilai-nilai kesejahteraan yang nyata,” tandas Subhan.
Dengan resminya Ere Salu Lompoa beroperasi, Desa Pattallassang kini bertransformasi dari desa agraris biasa menjadi desa wisata yang kompetitif. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Sulawesi Selatan untuk berinovasi dalam mengelola potensi lokal demi kemakmuran warga.

Hasan Habibu Lahir di Bantaeng Sulawesi Selatan 1 Januari 1975.
Pendidikan S1 STAI Al-furqan Makasar / Jurusan Pendidikan Agama Islam. lulus tahun 2016
Selain sebagai Pendamping Lokal Desa beberapa Organisasipun terlibat di dalamnya, DA’I KAMTIBMAS POLRES BANTAENG bidang KOMUNIKASI ANTAR LEMBAGA, FORUM DA’I POLSEK TOMPOBULU SBG PENASEHAT, IKATAN PELAJAR MUHAMNADIYAH SBG ANGGOTA.
Beberapa penghargaan di raih seperti juara terbaik dua Tingkat Kabupaten Bantaeng Sebagai Tim Pengelolah Kegiatan / TPK 2011. Penghargaan Kapolres sebagai Relawan Covid-19 tahun 2020.
Penghargaan MPR RI dalam sosialisasi Pancasila dan UUD 45 Negara kesatuan RI dan bhinneka tunggal Ika tahun 2011. Dll


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.