Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KORUPSI · 27 Jan 2026 16:35 WIB ·

Anggaran Kedungwaringin 6,5 Miliar Terserap Habis, Publik Tuntut Transparansi


					Anggaran Kedungwaringin 6,5 Miliar Terserap Habis, Publik Tuntut Transparansi Perbesar

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 di Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, kini berada di bawah “mikroskop” publik. Pasalnya, dana jumbo senilai Rp6,5 miliar dilaporkan telah habis terserap 100 persen, namun muncul dugaan kuat adanya praktik markup dan ketidaksesuaian realisasi di lapangan akibat minimnya keterbukaan informasi.

Publik kini mempertanyakan efektivitas penggunaan uang negara tersebut. Dari total dana yang ada, sekitar Rp3,5 miliar diklaim telah habis digunakan untuk belanja pegawai. Sementara itu, nasib sisa anggaran sebesar Rp3 miliar lainnya masih menjadi misteri karena belum dipaparkan secara rinci oleh otoritas kecamatan.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasubag Kepegawaian dan Keuangan Kecamatan Kedungwaringin membenarkan dominasi anggaran untuk operasional pegawai. Namun, ia belum bersedia menjabarkan seluruh item kegiatan yang telah menyedot dana miliaran tersebut.

“Alokasi paling besar memang untuk belanja pegawai, sekitar Rp3,5 miliar. Rincian lainnya akan kami jelaskan secara detail pada hari Jumat nanti,” ujarnya pada Selasa (27/01/2026).

Menanti “Buka-bukaan” di Hari Jumat
Janji pihak kecamatan untuk memberikan klarifikasi lanjutan pada akhir pekan ini menjadi pertaruhan kredibilitas instansi. Tanpa rincian yang jelas, sisa dana Rp3 miliar yang telah habis terserap tersebut rentan menjadi spekulasi negatif terkait penyelewengan anggaran.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa transparansi anggaran di level kecamatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan hak publik untuk mengetahui bagaimana setiap rupiah dari pajak mereka dikelola. Masyarakat Kedungwaringin kini menunggu pembuktian, apakah sisa miliaran rupiah tersebut benar-benar terserap untuk pembangunan wilayah atau justru hanya “menguap” tanpa jejak fisik yang nyata.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mesin Speedboat Fiktif dan Tameng Politik di Desa Loleo

25 Mei 2026 - 12:47 WIB

Siasat Mangkir Kades Loleo: Dana Desa Menguap?

21 Mei 2026 - 09:54 WIB

Modal Usaha Desa Malah Amblas di Pasar Trading

19 Mei 2026 - 12:47 WIB

Upeti Ormas Berkedok Sumbangan Hantui Kepala Desa di TTU

16 Mei 2026 - 07:02 WIB

Drama Dana Desa Loleo: Lima Tahun Tanpa Sentuhan Audit

9 Mei 2026 - 19:57 WIB

Audit Investigatif: Harga Mati Ungkap Korupsi Desa Loleo

1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Trending di KORUPSI