Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 19 Jan 2026 20:03 WIB ·

Bupati Ketapang: Desa Harus Tetap Menyala Meski Anggaran Dipangkas


					Bupati Ketapang, Alexander Wilyo Perbesar

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo

Ketapang, Kalimantan Barat [DESA MERDEKA] – Di tengah bayang-bayang penyesuaian anggaran yang menghantam keuangan daerah, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengambil langkah persuasif untuk meredam kegelisahan para pemimpin akar rumput. Alih-alih sekadar memberikan instruksi administratif, Alex memilih pendekatan personal dengan mengajak seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Ketapang untuk tetap menjaga “nyala” pengabdian meski dukungan fiskal sedang menyusut.

Pemotongan Dana Desa (DD) yang terjadi saat ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi nasional yang berimbas hingga ke level daerah. Menanggapi hal tersebut, Bupati Alex menegaskan bahwa efisiensi adalah pilihan pahit yang harus diambil demi kebaikan bersama dan stabilitas jangka panjang.

“Saya memahami kegelisahan yang dirasakan. Penyesuaian dan efisiensi adalah kenyataan yang harus kita hadapi bersama. Ini tidak mudah, tetapi tidak boleh memadamkan semangat pengabdian,” ujar Alex dalam pesannya yang penuh empati saat momen peringatan Hari Desa baru-baru ini.

Strategi Bertahan di Tengah Keterbatasan
Sudut pandang yang dibawa Bupati Ketapang kali ini menekankan bahwa kekuatan sebuah desa tidak hanya terletak pada angka di neraca anggaran, melainkan pada ketangguhan sosial dan inovasi kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa desa adalah fondasi utama pembangunan Kabupaten Ketapang. Oleh karena itu, kekompakan antarperangkat desa menjadi harga mati agar pelayanan publik tidak terganggu.

Alex menganalogikan kondisi sulit ini sebagai “badai” yang pasti akan berlalu. Ia meminta para Kades tidak terjebak dalam pesimisme permanen. Sebaliknya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi pemantik kreativitas dalam mengelola potensi desa secara bijaksana dan mandiri.

Menjaga Integritas Pelayanan Publik
Pesan “Desa Harus Terus Menyala” yang digaungkan Alex menjadi seruan agar aparatur desa tetap tegak lurus melayani masyarakat. Efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas layanan dasar di tingkat desa.

“Efisiensi boleh terjadi, keterbatasan boleh ada, tetapi semangat tidak boleh padam. Kita hadapi kondisi ini bersama dengan kepala tegak dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Komitmen Bupati Ketapang ini diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial di tingkat desa, sekaligus memastikan bahwa meskipun ada ikat pinggang yang dikencangkan, roda pemerintahan di tingkat paling dasar tetap berjalan demi kepentingan masyarakat luas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA