Ketapang, Kalimantan Barat [DESA MERDEKA] – Di tengah bayang-bayang penyesuaian anggaran yang menghantam keuangan daerah, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengambil langkah persuasif untuk meredam kegelisahan para pemimpin akar rumput. Alih-alih sekadar memberikan instruksi administratif, Alex memilih pendekatan personal dengan mengajak seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Ketapang untuk tetap menjaga “nyala” pengabdian meski dukungan fiskal sedang menyusut.
Pemotongan Dana Desa (DD) yang terjadi saat ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi nasional yang berimbas hingga ke level daerah. Menanggapi hal tersebut, Bupati Alex menegaskan bahwa efisiensi adalah pilihan pahit yang harus diambil demi kebaikan bersama dan stabilitas jangka panjang.
“Saya memahami kegelisahan yang dirasakan. Penyesuaian dan efisiensi adalah kenyataan yang harus kita hadapi bersama. Ini tidak mudah, tetapi tidak boleh memadamkan semangat pengabdian,” ujar Alex dalam pesannya yang penuh empati saat momen peringatan Hari Desa baru-baru ini.
Strategi Bertahan di Tengah Keterbatasan
Sudut pandang yang dibawa Bupati Ketapang kali ini menekankan bahwa kekuatan sebuah desa tidak hanya terletak pada angka di neraca anggaran, melainkan pada ketangguhan sosial dan inovasi kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa desa adalah fondasi utama pembangunan Kabupaten Ketapang. Oleh karena itu, kekompakan antarperangkat desa menjadi harga mati agar pelayanan publik tidak terganggu.
Alex menganalogikan kondisi sulit ini sebagai “badai” yang pasti akan berlalu. Ia meminta para Kades tidak terjebak dalam pesimisme permanen. Sebaliknya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi pemantik kreativitas dalam mengelola potensi desa secara bijaksana dan mandiri.
Menjaga Integritas Pelayanan Publik
Pesan “Desa Harus Terus Menyala” yang digaungkan Alex menjadi seruan agar aparatur desa tetap tegak lurus melayani masyarakat. Efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas layanan dasar di tingkat desa.
“Efisiensi boleh terjadi, keterbatasan boleh ada, tetapi semangat tidak boleh padam. Kita hadapi kondisi ini bersama dengan kepala tegak dan semangat kebersamaan,” tegasnya.
Komitmen Bupati Ketapang ini diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial di tingkat desa, sekaligus memastikan bahwa meskipun ada ikat pinggang yang dikencangkan, roda pemerintahan di tingkat paling dasar tetap berjalan demi kepentingan masyarakat luas.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.