Banyumas, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, mengawali tahun 2026 dengan langkah ekstrem. Di saat alat berat bersiap menghamparkan aspal di empat titik krusial, sang Kepala Desa justru sedang melakukan “cuci gudang” di struktur pemerintahannya. Ini adalah sebuah anomali menarik: pembangunan fisik berjalan beriringan dengan perombakan total integritas birokrasi.
Empat wilayah yang menjadi sasaran proyek aspal ini meliputi Kadus 2 (RT 04/RW 08), Kadus 4 (RW 05 dan RW 15), serta RW 19 Dusun 3. Dengan guyuran bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp400 juta (Rp100 juta per titik), proyek ini bukan sekadar perbaikan akses, melainkan simbol harapan baru bagi warga Wangon.
Infrastruktur vs Tragedi Administrasi
Kepastian proyek ini diumumkan dalam sosialisasi pelayanan di RT 04 RW 08, Jumat malam (15/1/2026). Namun, di balik antusiasme warga, terselip sebuah pengingat pahit. Masyarakat kembali mengenang tragedi almarhum Mohamad Sodik, Ketua RT 1 RW 9, yang hak santunan BPJS Ketenagakerjaannya hangus akibat kelalaian administrasi perangkat desa.
Kejadian ini menjadi pemicu bagi Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono, untuk melakukan penataan ulang secara radikal. Baginya, jalan yang mulus tidak akan berarti apa-apa jika “jalan” birokrasi di kantor desa masih berlubang dan menghambat hak-hak sosial rakyat.
Ketegasan Politik dan Pemulihan Stabilitas
Langkah berani diambil Karsono dengan menerbitkan SK Pemberhentian Tetap (PTDH) terhadap delapan perangkat desa sekaligus. Langkah “bersih-bersih” ini merupakan tindak lanjut atas pelanggaran berat yang dinilai mengancam stabilitas desa.
Kuasa hukum kepala desa, H. Djoko Susanto, S.H., menegaskan bahwa pemecatan ini dilakukan karena adanya aktivitas yang berupaya merongrong kepemimpinan sah. “Ini adalah penegakan aturan. Pembangunan tidak bisa berjalan efektif jika ada duri dalam daging birokrasi yang justru memicu instabilitas,” tegas Djoko.
Menuju Era Baru Klapagading Kulon
Kini, Klapagading Kulon sedang berada di persimpangan jalan menuju kemajuan. Karsono secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Shinta Laila dari DPRD Jateng atas dukungan infrastruktur tersebut.
Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: aspal boleh baru, tapi mentalitas pelayan publik juga harus diperbarui. Bagi warga Klapagading Kulon, empat titik aspal tersebut adalah bukti bahwa pembangunan tetap berjalan tegak lurus, sementara pembenahan internal adalah harga mati demi kesejahteraan yang nyata dan transparan.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.