Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 10 Jan 2026 15:25 WIB ·

Pensiun Bukan Akhir, PPDI Tulungagung Jaga Tradisi Kekeluargaan


					Pensiun Bukan Akhir, PPDI Tulungagung Jaga Tradisi Kekeluargaan Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Masa purna tugas sering kali dianggap sebagai garis finis bagi seorang abdi negara. Namun, bagi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung, pensiun hanyalah perpindahan status dari pelayan publik menjadi tokoh penggerak di tengah masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam acara penyerahan tali asih kepada perangkat desa purna tugas di Balai Desa Sawo, Sabtu (10/1/2026).

Langkah PPDI ini menjadi anomali positif di tengah birokrasi yang kaku. Alih-alih memutus hubungan setelah masa jabatan berakhir secara administrasi, PPDI justru mempererat simpul kekeluargaan. Program tali asih ini diposisikan sebagai “estafet pengabdian”, di mana mereka yang pensiun tetap dianggap sebagai bagian besar dari keluarga besar perangkat desa.

Menjaga Harmoni di “Rumah Tangga” Desa
Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, menekankan bahwa nilai dari tali asih ini terletak pada simbol penghargaannya, bukan pada nominalnya. Ia mengajak seluruh perangkat desa yang masih aktif untuk tetap menjaga harmonisasi di dalam “rumah tangga” desa, terutama sinergi dengan Kepala Desa dan sesama rekan sejawat.

“Dedikasi puluhan tahun melayani warga adalah warisan yang tak ternilai. Perjuangan PPDI masih panjang, dan kekompakan adalah kunci untuk mendukung program kesejahteraan ke depan,” ujar Fatah di hadapan jajaran pengurus dan tamu undangan.

Senada dengan hal tersebut, Camat Campurdarat, Tri Wantoro, S.Sos., M.Si., mengingatkan bahwa perangkat desa adalah tepo tulodo atau teladan bagi masyarakat. Meski sudah purna tugas, mereka diharapkan tetap menjadi kompas moral di lingkungan masing-masing.

Ujung Tombak Pembangunan yang Tak Tergantikan
Ketua PPDI Campurdarat, Sumeri, menambahkan bahwa marwah instansi desa sangat bergantung pada integritas perangkatnya sebagai ujung tombak pembangunan. Penghargaan ini diberikan kepada empat sosok yang telah menyelesaikan masa baktinya dengan kepala tegak, yaitu:

  • Mudakir (Staf Dusun Cerme)
  • Sudar (Staf Kesra)
  • Djamal (Staf Dusun)
  • Djuremi (Kasun Buret)

Mudakir, yang mewakili rekan purna bakti, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi mereka, kepedulian organisasi setelah masa jabatan berakhir adalah bentuk pengakuan eksistensi yang sangat menyentuh hati. Hal ini membuktikan bahwa PPDI bukan sekadar wadah profesi, melainkan rumah bagi para pejuang desa.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama. Harapannya, tradisi ini terus berjalan untuk memastikan bahwa setiap keringat yang tumpah demi kemajuan desa akan selalu diingat dan dihormati melampaui masa jabatan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tim Evaluator UNESCO Tiba di Sumbar, Geopark Ranah Minang Silokek Jalani Validasi

17 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Festival Kota Tua 2026 Perkuat Harmoni Multi-Etnis dan Gerakkan Ekonomi Kota Padang

17 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Simfoni Api Pasimarannu: Sakralnya Malam Taptu di Tapal Batas Selayar

16 Agustus 2026 - 21:35 WIB

Merajut Rindu di Nanggalo: Jalan Sehat Warga Perumdam Wirasakti

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Keseruan Lomba Malamang HUT RI ke-81 di Kecamatan Nanggalo

16 Agustus 2026 - 00:10 WIB

Menolak Punah di Samping Pabrik, Intip Arsitektur Rumah Sunda di Bekasi

15 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Trending di SOSBUD