Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMDA · 1 Jan 2026 17:47 WIB ·

Pemerintah Targetkan 62 Huntara di Pesisir Selatan Tuntas Januari


					Pemerintah Targetkan 62 Huntara di Pesisir Selatan Tuntas Januari Perbesar

Pesisir Selatan, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah menargetkan pembangunan 62 unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, selesai pada 10 Januari 2026. Proyek ini krusial agar masyarakat terdampak dapat segera keluar dari masa darurat dan menempati hunian yang lebih layak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pesisir Selatan, Mulyandri Dt. Rajo Intan, menjelaskan bahwa saat ini 22 unit huntara sedang dalam tahap pengerjaan fisik. Sementara itu, 40 unit sisanya masih menunggu penyelesaian proses pencarian lahan.

“Target kami 10 Januari mendatang seluruh huntara sudah selesai. Hingga saat ini tidak ada kendala berarti, hanya progres sedikit melambat karena faktor cuaca,” ungkap Mulyandri saat mendampingi kunjungan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Kamis (1/1/2026).

Fokus pada Hunian Tetap dan Dana Tunggu
Selain hunian sementara, pemerintah juga telah merencanakan pembangunan 94 unit hunian tetap (huntap). Adanya perbedaan jumlah antara unit huntara dan huntap disebabkan karena sebagian warga memilih untuk mengungsi secara mandiri. Bagi warga yang tidak menempati huntara, pemerintah akan memberikan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai kompensasi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam peninjauan langsung tersebut menegaskan bahwa kualitas huntara harus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan. Ia meminta jajaran terkait untuk tidak sekadar mengejar target waktu, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan lingkungan.

“Huntara ini harus aman dan nyaman. Aspek ketersediaan air bersih serta fasilitas bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil wajib menjadi perhatian serius,” tegas Mahyeldi.

Pemulihan Pascabencana yang Terukur
Mahyeldi menambahkan bahwa penyediaan hunian adalah bagian inti dari proses pemulihan pascabencana yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Percepatan pembangunan huntara diharapkan mampu meringankan beban psikologis warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

Dalam kunjungan kerja ini, Gubernur didampingi oleh sejumlah pejabat teras, antara lain Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dinas BMCKTR Armi, Kepala Dinas Sosial Syaifullah, serta Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten terus diperkuat untuk memastikan transisi dari hunian sementara ke hunian tetap berjalan mulus dan tepat sasaran.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sapi ‘Monster’ Limosin 1,05 Ton Kiriman Presiden Prabowo Tiba di Tulungagung

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Satlinmas Nagari Garda Amankan Pembangunan Desa Sumatera Barat

25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Cetak Miliarder Digital Desa Lewat Nagari Creative Hub Sumbar

25 Mei 2026 - 20:49 WIB

Bupati Erwin Burase Pacu Kemandirian UMKM Desa Parigi Moutong

24 Mei 2026 - 22:02 WIB

Diaspora Minang Ditantang Bangun Kemandirian Nagari Sumbar

24 Mei 2026 - 21:59 WIB

Sinergi Diaspora Membangun Nagari Jadi Strategi Resmi Sumbar

24 Mei 2026 - 19:33 WIB

Trending di PEMDA