Opini [DESA MERDEKA] – Di tengah gempuran modernisasi yang bergerak serba cepat, prosesi pertunangan Anggi dan Nandang hadir sebagai potret hidup pelestarian budaya. Acara ini bukan sekadar peristiwa personal atau seremoni formal, melainkan upaya nyata penulis untuk memperkuat kembali nilai-nilai sosial dan identitas bangsa di tengah masyarakat Bekasi.
Prosesi pinangan ini mencerminkan kearifan lokal yang menempatkan adab dan rasa hormat sebagai pilar utama. Tata krama serta etika Timur terjaga dengan penuh kesadaran, tampak jelas saat keluarga besar mempelai pria menyampaikan niat suci untuk meminang mempelai perempuan. Kehadiran keluarga besar serta tokoh masyarakat menegaskan bahwa pernikahan adalah pertemuan dua keluarga besar yang diikat oleh tanggung jawab kolektif dan ruh gotong royong.
Rangkaian doa bersama dan ramah tamah yang dilakukan menghadirkan pesan yang lebih dalam. Momen ini menjadi saat yang paling afdal untuk menekankan pentingnya niat baik, keharmonisan, serta kebersamaan sebagai fondasi rumah tangga. Harapannya, ini menjadi awal terbentuknya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, sekaligus menjadi pengingat agar generasi muda tidak tercerabut dari nilai luhur meski hidup di zaman yang dinamis.
Simbol kehangatan silaturahmi ditutup dengan sesi makan bersama. Di meja makan, interaksi digital yang kaku tergantikan oleh kedekatan nyata; sekat-sekat sosial mencair, ego dikesampingkan, dan kebersamaan kembali dirajut. Tradisi ini membuktikan bahwa memulai hidup baru seharusnya diawali dengan restu kolektif dan penghormatan terhadap adat istiadat.
Menjaga adat bukan berarti menolak kemajuan, melainkan memperkuat identitas di tengah arus globalisasi. Anggi dan Nandang menjadi bukti bahwa tradisi dan jiwa sosial masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Dari keluarga yang berakar pada budaya yang kuat, akan lahir generasi yang berkarakter dan beradab. Di tengah dunia yang semakin individualistis, nilai-nilai kebersamaan inilah yang sangat layak untuk terus dirawat dan diwariskan.

misru Ariyanto jurnalis desamerdeka, saat ini menjabat sekretaris parade Nusantara DPD kabupaten Bekasi


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.