Kolaborasi IBEKA, Grab, dan BenihBaik Hidupkan PLTMH Ciganas 100 kW untuk Kampung Adat Sukabumi
Sukabumi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Asa kemandirian energi bagi warga adat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun dihantam musibah banjir dan longsor. Pada 1 Desember 2025, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Ciganas berkapasitas 100 kW di Desa Sirna Rasa, Kecamatan Cisalak, resmi diresmikan. Proyek revitalisasi ini bukan sekadar penyediaan listrik, melainkan deklarasi nyata kedaulatan sebuah komunitas adat, khususnya Masyarakat Adat Pancer Pangawinan Kasepuhan Gelar Alam.
Peresmian yang menandai beroperasinya kembali pembangkit vital ini dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, bersama jajaran tamu penting. Turut hadir pula Bupati Sukabumi Asep Japar, pimpinan dari Grab Indonesia dan BenihBaik.com—termasuk Andy F. Noya dan Khristina Anggit Mustikaningrum—serta tuan rumah, Abah Ugi Sugriana selaku Sesepuh Masyarakat Adat.

Kisah Tantangan dan Kolaborasi Tiga Pihak
PLTMH Ciganas memiliki sejarah panjang penuh tantangan. Dibangun pertama kali oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat pada tahun 1997, pembangkit ini sempat tak bertahan lama dan dilumpuhkan oleh siklus tahunan banjir dan tanah longsor, termasuk musibah besar pada tahun 2008. Upaya perbaikan pada 2011 oleh Yayasan IBEKA sempat menghidupkannya kembali, namun ancaman alam terus membayangi.
Kini, revitalisasi terbaru dan final ini merupakan buah kolaborasi hebat antara Yayasan IBEKA dan platform donasi BenihBaik.com, yang didukung penuh oleh dana tanggung jawab sosial dari raksasa teknologi Grab Indonesia. Kolaborasi multipihak ini menjadi kunci keberhasilan dalam membangun infrastruktur energi bersih yang lebih tangguh.
“Kemandirian energi musti ada dan tersebar di berbagai kampung di pelosok tanah air,” tegas Sapto Nugroho, Direktur Eksekutif IBEKA, menyoroti betapa krusialnya proyek energi lokal bagi daerah terpencil.

Energi Bersih untuk Ekonomi Produktif Lokal
Inti dari keberhasilan PLTMH Ciganas adalah pelibatan total dan pengelolaan mandiri oleh masyarakat adat. Pembangkit ini akan dikelola sepenuhnya oleh masyarakat lokal melalui KOMMET (Koperasi Masyarakat Menuju Era Teknologi), sebuah badan yang didirikan untuk menjamin keberlanjutan operasional.
Listrik dari PLTMH Ciganas akan menyuplai kebutuhan 110 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Adat Cipta Rasa dan sekitarnya, termasuk fasilitas umum vital seperti Sekolah Dasar dan Imah Gede (Rumah Adat).
Lebih dari sekadar penerangan, listrik stabil dari sumber energi terbarukan ini diharapkan dapat menopang kegiatan ekonomi produktif lokal, seperti kios, pengembangan kerajinan tangan, dan usaha perbengkelan.
Kampung Adat Cipta Rasa, yang bertekad kuat mempertahankan keaslian desain dan tradisi adatnya, kini menjadi model nyata. Mereka membuktikan bahwa pelestarian budaya turun temurun dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi mandiri berbasis energi bersih dan lokal. Status kampung ini sebagai destinasi wisata dan lokasi persinggahan menuju Kasepuhan Gelar Alam memberikan peluang emas. Dengan pasokan energi yang stabil, sektor pelestarian budaya dan kerajinan dapat dikembangkan secara optimal, menjadikannya magnet baru bagi wisatawan.
Keberhasilan revitalisasi PLTMH Ciganas ini adalah bukti nyata keberpihakan berbagai pihak dalam mewujudkan kedaulatan kampung melalui energi bersih di daerah terpencil dan minim akses.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.