Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 30 Nov 2025 22:03 WIB ·

Bahasa Bonerate: Napas Budaya yang Bersemi di Panggung Pelajar


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA]- Upaya penyelamatan bahasa ibu di wilayah kepulauan menemukan titik terang melalui kreativitas generasi muda. Yuzan Fachry, siswa SMAN 6 Kepulauan Selayar, sukses mengukuhkan diri sebagai juara pertama dalam Lomba Menyanyi Bahasa Bonerate tingkat pelajar se-Kecamatan Pasimarannu. Ajang yang diinisiasi oleh TV Desa Selayar dan Adeva Channel ini menjadi bukti bahwa identitas lokal bisa tetap eksis di tengah gempuran zaman.

Bertempat di Aula SMP Negeri Bonerate No. 6, kompetisi ini tidak sekadar mengejar piala, melainkan misi besar pelestarian warisan budaya masyarakat kepulauan. Antusiasme peserta dari jenjang SD hingga SMA menunjukkan bahwa kecintaan terhadap bahasa daerah masih berdenyut kencang di sanubari pelajar Pasimarannu.

Orbit Baru Bintang Lokal
Kemenangan Yuzan membawa berkah lebih dari sekadar piagam. Sebagai juara pertama, ia mendapatkan kesempatan emas untuk mengisi suara pada lagu wajib bahasa Bonerate yang tengah dikembangkan, lengkap dengan proses syuting video klip profesional.

“Terima kasih kepada TV Desa Selayar. Ini pengalaman berharga bagi saya untuk berkontribusi pada budaya sendiri,” ujar Yuzan usai menerima penghargaan. Selain Yuzan, prestasi membanggakan juga diraih oleh Nur Padila (Juara II), Kiran Aswadina (Juara III), dan Mutmainnah (Juara IV) yang mewakili berbagai sekolah di wilayah Bonerate.

Media Desa Sebagai Penjaga Gawang Budaya
Keterlibatan TV Desa Selayar dalam kegiatan ini menegaskan peran strategis media komunitas dalam menjaga ketahanan budaya desa. Dengan membuka ruang kreativitas bagi pelajar, identitas bahasa Bonerate tidak lagi dianggap kuno, melainkan menjadi kebanggaan yang kompetitif.

Pihak penyelenggara berharap momentum Hari Jadi Selayar ke-420 ini menjadi titik awal bagi kegiatan pelestarian budaya yang berkelanjutan. Harapannya, bahasa Bonerate tidak hanya terdengar di rumah-rumah warga desa, tetapi juga menggema di panggung-panggung digital melalui karya seni suara anak muda.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 156 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD