Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] — Film NIA, sebuah karya sinema yang menyentuh hati, telah menarik perhatian publik, termasuk ratusan Warga Minang Kota Ternate. Antusiasme ini terlihat jelas saat pemutaran khusus film tersebut di Gedung Bioskop XXI Mall Jatiland Ternate pada Senin, 17 November 2025. Lebih dari sekadar tontonan, film ini membawa serangkaian pesan moral yang sangat relevan, terutama sebagai nasihat bagi generasi muda Minang dan para orang tua.
Film NIA menyajikan narasi yang melampaui tragedi yang menimpa tokoh utamanya. Inti ceritanya menggali lebih dalam mengenai pentingnya kehadiran sosok ayah dalam struktur keluarga. Bagi generasi muda Minang yang tumbuh dalam sistem matrilineal, di mana peran mamak (paman dari pihak ibu) sangat dominan, film ini menjadi pengingat kritis tentang peran integral Ayah dalam perkembangan emosional dan mental anak. Kehadiran Ayah yang penuh kasih sayang dan bimbingan adalah fondasi yang kokoh untuk membentuk karakter dan jati diri anak, menjauhkannya dari potensi terjerumus dalam masalah.
Jejak Kekurangan Kasih Sayang dan Jerat Narkoba
Salah satu tokoh penting dalam film ini, Andri, digambarkan terlibat dalam tindak kejahatan dan penyalahgunaan narkoba. Melalui tokoh Andri, film NIA secara eksplisit menunjukkan hubungan kausalitas antara kurangnya kasih sayang keluarga dan perilaku menyimpang. Latar belakang Andri yang tidak mendapatkan perhatian dan cinta yang memadai dari keluarga menjadi akar masalah yang mendorongnya mencari pelarian.
Pesan ini sangat vital bagi remaja dan pemuda Minang. Mereka harus menyadari bahwa dukungan emosional dari rumah adalah benteng terkuat. Film ini menegaskan bahwa narkoba dan kriminalitas sering kali bukan hanya disebabkan oleh faktor lingkungan, melainkan juga berakar dari kekosongan batin akibat hilangnya fungsi pengawasan dan kasih sayang dari orang tua. Oleh karena itu, bagi orang tua, khususnya para ayah, film ini berfungsi sebagai cermin untuk introspeksi tentang kualitas kehadiran mereka bagi anak-anak.
Tontonan Edukatif dan Aksi Sosial Komunitas
Ketua DPD Ikatan Keluarga Minang Kota Ternate, Erison, yang turut hadir dalam pemutaran, menyatakan apresiasinya. Kepada awak media, Erison menjelaskan, “Banyak hikmah yang bisa dipetik dari film ini, di mana salah satunya tentang pentingnya peran orang tua, terutama sosok ayah, bagi perkembangan psikologis anak.” Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa film NIA adalah tontonan edukatif yang wajib disaksikan oleh remaja dan orang tua, bukan hanya dari etnis Minang.
Lebih lanjut, pemutaran film ini di Ternate tidak hanya menjadi ajang tontonan, tetapi juga aksi gerakan sosial. Sebagian dari hasil penjualan tiket dialokasikan untuk kegiatan amal, yaitu pembangunan Rumah Tahfiz Al-Qur’an dan Pesantren di Sumatera Barat.
Melalui inisiatif ini, Warga Minang Ternate menunjukkan bahwa seni dan hiburan dapat diintegrasikan dengan kepedulian sosial yang memiliki dampak jangka panjang. Ajakan Erison, “Ayo kita nonton sambil beramal,” menjadi penutup yang manis, menggabungkan hiburan yang mendidik dengan sumbangsih nyata bagi kampung halaman. Film NIA adalah bukti bahwa sebuah karya seni dapat menjadi medium kuat untuk menyampaikan nasihat moral, memperkuat nilai-nilai kekeluargaan, dan menggerakkan aksi kemanusiaan.(*)

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.