Pernikahan Unik di Garut: Pinang Gadis Desa 20 Tahun dengan Seserahan Kerbau dan Emas Puluhan Juta
Garut, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Sebuah acara pernikahan di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi sorotan masyarakat desa karena tradisi seserahan yang unik dan mas kawin bernilai fantastis. Seorang kakek berusia 70 tahun dikabarkan melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis desa yang baru berusia 20 tahun. Momen akad nikah yang berlangsung sakral tersebut menarik perhatian bukan hanya karena perbedaan usia, tetapi juga karena mempelai pria membawa seserahan berupa seekor kerbau hidup dan mas kawin emas 40 gram.
Pernikahan yang kental dengan adat Sunda ini menunjukkan betapa masyarakat desa di Jawa Barat masih menjunjung tinggi tradisi turun-temurun. Tradisi ini dipercaya membawa nilai filosofis dan keberkahan bagi pasangan yang akan memulai bahtera rumah tangga.
Seserahan Kerbau: Simbol Kemakmuran dan Kegigihan
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat rombongan keluarga mempelai pria membawa seserahan yang sangat banyak. Seserahan tersebut tidak hanya terdiri dari peralatan rumah tangga, tetapi juga satu ekor kerbau yang diangkut menggunakan mobil terpisah.
Meskipun harus menempuh jarak yang jauh dengan kondisi medan jalan pedalaman desa yang sulit, rombongan tetap semangat mengantar kerbau dan seserahan lainnya ke rumah mempelai wanita. Kehadiran kerbau sebagai seserahan utama dalam pernikahan diyakini oleh sebagian masyarakat desa sebagai simbol kemakmuran, kekuatan, dan kesanggupan mempelai pria untuk menafkahi keluarga.
Acara pernikahan yang dilangsungkan jauh di pedalaman desa ini tetap berlangsung meriah. Warga setempat turut hadir dan mengawal prosesi akad hingga resepsi, menunjukkan kuatnya ikatan sosial dan gotong royong dalam kehidupan desa.
Mas Kawin 40 Gram Emas Setara Puluhan Juta Rupiah
Selain seserahan kerbau, kakek 70 tahun tersebut mengejutkan banyak pihak dengan mas kawin yang ia sebutkan saat akad nikah. Mempelai pria memberikan mas kawin berupa emas seberat 40 gram.
Jika dikonversikan dengan nilai tukar rupiah saat ini, mas kawin tersebut memiliki nilai yang fantastis, diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta. Nominal mas kawin yang sangat besar ini semakin menambah keunikan pernikahan beda generasi di Banjarwangi tersebut.
Pernikahan keduanya berjalan lancar dan khidmat, sesuai dengan adat pernikahan Sunda yang dipercaya membawa pesan kebahagiaan dan keabadian. Setelah akad, acara dilanjutkan dengan resepsi yang dihadiri oleh sanak saudara dan tetangga, memperkuat tali silaturahmi antar keluarga dan komunitas desa.
Peristiwa ini menjadi potret menarik bagaimana tradisi pernikahan adat, seperti yang masih dijalankan di desa-desa Garut, terus dipertahankan dan berpadu dengan pemberian yang bernilai tinggi, sekaligus menegaskan pentingnya nilai-nilai lokal dalam sebuah upacara sakral.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.