Inovasi Desa: Ubah Limbah Menjadi Bisnis Berkelanjutan
Rokan Hilir, Riau [DESA MERDEKA] – Keterbatasan dan isu lingkungan seringkali menjadi penghalang bagi pemuda di desa. Namun, stigma itu berhasil dipatahkan oleh sekelompok pemuda di Kepenghuluan Bangko Permata dan Bangko Jaya, Kabupaten Rokan Hilir. Mereka kini membuktikan kemandirian desa dengan menciptakan lapangan kerja berbasis Green Jobs, mengubah limbah yang tak terpakai dan tantangan pertanian menjadi inovasi ramah lingkungan yang mendatangkan keuntungan ekonomi secara berkelanjutan.
Inisiatif sukses ini merupakan bagian dari Program Green Jobs, turunan dari inisiatif Desa Energi Berdikari (DEB) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Program ini fokus memberdayakan pemuda desa sebagai agen perubahan ekonomi hijau.
Inovasi Unggulan: Dari Limbah Sawit Hingga Teknologi Irigasi
Dimulai sejak awal 2025, PHR berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Energi memberikan pelatihan intensif, meliputi perancangan model bisnis, perumusan ide, hingga pendampingan usaha. Dari enam kelompok yang terbentuk, tiga kelompok berhasil menonjol dengan ide yang relevan, layak secara teknis, dan berorientasi pada keberlanjutan:
Budidaya Jamur Merang dari Tangkos: Muhammad Jasmi, koordinator Kelompok Budidaya Jamur Merang, melihat peluang dari masalah limbah. Kelompoknya memanfaatkan tangkos (tandan kosong kelapa sawit), limbah yang sebelumnya tak bernilai jual, sebagai media tanam subur untuk jamur merang.
“Permintaan pasar jamur merang di sini sangat tinggi, tapi belum ada yang membudidayakannya. Dengan memanfaatkan tangkos, kami tidak hanya mengurangi limbah sawit, tapi juga mengisi kekosongan pasar,” ujar Jasmi pada Kamis (20/11/2025). Usaha ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga berhasil memutus mata rantai limbah. Kelompok Jasmi berhasil meraup pendapatan awal antara Rp2 hingga Rp3 juta pada panen perdananya.
Pertanian Cerdas dengan IoT: Di sektor pertanian, Fery Iswandi dan kelompoknya mengaplikasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk menjawab tantangan irigasi dan hama. Solusi cerdas mereka adalah Integrasi Irigasi Otomatis dan Pengusir Hama Monyet Berbasis Smartphone.
“Kami sering meninggalkan lahan. Dengan sistem otomatis berbasis smartphone yang ditenagai solar panel, kami bisa mengaktifkan irigasi dan sensor pengusir hama dari jarak jauh. Pertanian jadi lebih efisien dan terjamin,” jelas Fery. Inovasi ini mengubah cara bertani konvensional menjadi model pertanian modern yang hemat energi dan waktu. Kelompok ini tengah memanen timun dengan potensi pendapatan awal sekitar Rp2 juta.
Maggot Heroes Pengolah Sampah Organik: Budi Syaputra, pemimpin Kelompok Maggot Heroes, berfokus pada solusi pengolahan limbah organik rumah tangga. Kelompok ini mengolah sampah organik menjadi maggot yang kaya protein. Maggot yang dihasilkan kini digunakan sebagai pakan ternak tambahan bagi kelompok mereka. Budi menyadari potensi besar di masa depan mengingat banyaknya peternak lokal yang membutuhkan alternatif pakan berkualitas dan berkelanjutan.
Menciptakan Solusi Berdampak Jangka Panjang
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa green jobs merupakan rangkaian strategis PHR untuk menciptakan sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Kami bertujuan menciptakan lapangan kerja yang mendorong kemandirian energi dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Inovasi pemanfaatan tangkos, irigasi IoT, dan Maggot Heroes adalah bukti nyata bahwa pemuda desa mampu menciptakan solusi yang berdampak jangka panjang,” kata Iwan.
Dengan berinvestasi pada pemuda dan ekonomi hijau melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR berharap menciptakan ekosistem bisnis baru di sektor strategis. Kisah sukses ini bukan hanya tentang keuntungan finansial, tetapi tentang menciptakan lingkungan yang lebih bersih, maju, dan masa depan yang lebih sehat bagi generasi penerus di Rokan Hilir. Tiga kelompok pemuda ini kini menjadi pilot project yang siap menginspirasi pemuda desa lain di Rokan Hilir.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.