Balaraja, Tangerang, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Keresahan berlarut-larut akibat bau menyengat yang diduga kuat berasal dari aktivitas produksi PT Bintang Orbit Surya Sejahtera (PT BOSS) memicu aksi protes warga Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Puluhan warga mendatangi Kantor Desa Cangkudu pada Jumat (14/11/2025) untuk mengadukan dugaan pencemaran lingkungan yang telah mengganggu kesehatan dan kenyamanan mereka selama ini.
Kedatangan warga diterima langsung oleh Kepala Desa Cangkudu, Abdullah. Warga merasa perlu datang langsung karena menilai Kepala Desa selama ini tidak pernah hadir dan selalu diwakilkan saat masalah bau ini disuarakan ke publik.
“Kami datang menyampaikan masalah bau ke Kades. Karena selama ini dia tidak pernah mau hadir ke masyarakat, selalu lewat perwakilan,” tegas salah seorang warga, Levi, yang menjadi juru bicara aksi spontan tersebut.
Keluhan Bau Hingga Dugaan Permainan Saat Sidak
Levi menjelaskan, aksi mendatangi kantor desa ini terjadi secara spontan. Warga yang sudah jengkel karena bau tak kunjung hilang akhirnya sepakat untuk menyampaikan langsung keluhan mereka ke kantor pemerintahan desa. Meskipun sempat menduga Kepala Desa tidak ada di tempat, Abdullah ternyata hadir dan menerima aduan warga.
Dalam pertemuan yang beredar notulanya berjudul “Silaturahmi Warga Tentang Bau PT Boss”, warga mengadukan sejumlah persoalan serius. Selain bau menyengat, warga juga melaporkan adanya penurunan kualitas kesehatan yang mereka duga berkaitan langsung dengan pencemaran udara tersebut.
Salah satu poin penting yang diungkap warga adalah dugaan adanya upaya perusahaan untuk mengelabui petugas saat dilakukan inspeksi mendadak. Warga mencurigai perusahaan sengaja menurunkan kecepatan produksinya ketika ada sidak dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
“Saat ada sidak dari DLHK, perusahaan sengaja menurunkan kecepatan produksi yang semula menimbulkan bau 70 persen. Pada saat DLHK ada di lapangan untuk tes lab, pihak perusahaan kami tahu menurunkan kecepatan produksi 50 persen,” demikian kutipan dalam notula yang beredar.
Selain masalah bau yang mendominasi, warga juga mengeluhkan dampak lain dari aktivitas pabrik, termasuk masalah banjir, suara bising, dan secara umum terganggunya kenyamanan aktivitas harian mereka.
Kades Siap Temukan Warga dengan Perusahaan
Levi menyampaikan bahwa hasil dari pertemuan itu, Kepala Desa Abdullah bersedia menjadwalkan pertemuan dengan pihak perusahaan. Hasil dari pertemuan antara Kades dan manajemen PT BOSS nanti akan kembali disampaikan kepada seluruh warga yang terdampak.
Sementara itu, Sekretaris Desa Cangkudu, Denis Heriawan, memberikan klarifikasi terkait istilah yang digunakan. Denis membantah anggapan bahwa warga melakukan aksi “geruduk”, menilai istilah tersebut kurang tepat dan berkesan kantor desa menolak aduan.
“Mendatangi, bukan geruduk. Kalau geruduk, kesannya desa tidak menerima,” ujar Denis melalui pesan singkat. Ia menegaskan, seluruh aduan dan aspirasi warga akan segera diteruskan kepada pihak perusahaan terkait. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci kapan dan bagaimana hasil pertemuan lanjutan akan diumumkan.
“Nanti dikabari lebih lanjut ya,” tutupnya singkat. Aksi ini menunjukkan mendesaknya kebutuhan solusi atas dugaan pencemaran lingkungan yang telah berlangsung lama di Desa Cangkudu.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.